Logo

Kesehatan Psikososial Penting untuk Hadapi Tekanan Kehidupan

Reporter:,Editor:

Rabu, 12 August 2026 10:00 UTC

Kesehatan Psikososial Penting untuk Hadapi Tekanan Kehidupan

Mahasiswa dan dosen Unusa memberikan pelatihan kesehatan untuk Fatayat NU Selangor, Rabu, 12 Agustus 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Kesehatan psikososial menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.

Kondisi seseorang tidak cukup hanya dilihat dari ada atau tidaknya penyakit fisik. Namun, juga dari kemampuan menghadapi tekanan, beradaptasi dengan perubahan, serta memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar.

Pentingnya aspek tersebut menjadi perhatian Program Studi Magister Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bersama Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Selangor, Malaysia, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) internasional, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ketua tim pengmas internasional UNUSA, Dr. Agus Aan Adriansyah, mengatakan berbagai persoalan dalam kehidupan dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Mulai dari persoalan keluarga, pekerjaan, lingkungan sosial hingga perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesehatan masyarakat tidak hanya berbicara tentang kondisi fisik, tetapi juga bagaimana individu mampu menjalani kehidupan secara sehat, memiliki dukungan sosial, serta mampu menghadapi berbagai tekanan dan perubahan,” ujarnya.

Menurut Agus, kondisi psikososial yang baik dapat membantu seseorang menghadapi persoalan kehidupan secara lebih adaptif. Sebaliknya, tekanan yang tidak dikelola dan minimnya dukungan sosial dapat membuat seseorang semakin sulit menghadapi masalah.

Karena itu, penguatan kesehatan psikososial tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan. Keluarga dan komunitas memiliki peran penting karena menjadi lingkungan terdekat bagi seseorang dalam menjalani kehidupan.

“Penguatan kesehatan psikososial dapat dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan komunitas. Dukungan sosial yang baik dapat menjadi modal penting bagi seseorang dalam menghadapi tekanan kehidupan,” katanya.

Agus menilai masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu mengenali persoalan psikososial sejak dini. Kemampuan tersebut mencakup membangun komunikasi yang sehat, memberikan dukungan kepada orang lain, serta mengetahui kapan seseorang membutuhkan bantuan tenaga profesional.

“Masyarakat perlu memahami kapan persoalan dapat didukung oleh lingkungan terdekat dan kapan seseorang membutuhkan bantuan lebih lanjut dari tenaga profesional,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan Fatayat NU Selangor tersebut, UNUSA mendorong penguatan pemahaman kesehatan psikososial berbasis komunitas. Organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki posisi strategis karena mempunyai kedekatan dengan masyarakat.

“Kedekatan organisasi dengan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun gerakan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat,” kata Agus.

Kolaborasi Indonesia dan Malaysia tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai kesehatan psikososial. Meski karakteristik masyarakat di kedua negara berbeda, kebutuhan terhadap lingkungan sosial yang suportif dinilai tetap menjadi kebutuhan bersama.

Tim pengmas internasional UNUSA dipimpin Agus Aan Adriansyah dengan anggota Yauwan Tobing Lukiyono, Novera Herdianti, Merry Sunaryo, serta mahasiswa Desella Rifina Maharani.

Agus mengatakan penguatan kesehatan psikososial juga merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat dalam jangka panjang. Masyarakat yang memiliki dukungan sosial dan pengetahuan yang memadai dinilai lebih siap menghadapi berbagai tekanan kehidupan.

“Pada akhirnya, masyarakat yang sehat bukan hanya masyarakat yang bebas dari penyakit, tetapi juga masyarakat yang mampu saling mendukung, memiliki ketahanan psikososial, dan tidak berjalan sendirian ketika menghadapi persoalan kehidupan,” ujarnya.