Jumat, 14 August 2026 01:30 UTC

Mahasiswa Unusa ini memberikan pelatihan digital marketing kepada para pelaku UMKM di Nginden Jangkungan, Surabaya, Jumat, 14 Agustus 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Pelaku UMKM di Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, mulai diajak memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha.
Digital marketing dinilai penting agar produk UMKM tidak lagi hanya mengandalkan konsumen di lingkungan sekitar. Media sosial hingga kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan produk, membuat konten promosi, serta menjangkau calon konsumen lebih luas.
Selama ini, sebagian pelaku UMKM di RW 07 dan RW 08 masih memasarkan produk secara konvensional. Promosi dilakukan dari tetangga ke tetangga atau mengandalkan rekomendasi dari lingkungan sekitar.
Koordinator KSH RW 07, Indah Zubaidah, mengatakan pola pemasaran tersebut masih dilakukan sebagian warga.
"Selama ini tidak lewat WhatsApp. Selama ini dari tetangga ke tetangga saja," ujarnya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Indah, pelatihan digital marketing membuat warga mulai mengenal cara memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk.
"Iya, mulai belajar," katanya.
Ketua KSH sekaligus warga RW 08, Sri Emy Wahyu Widayati, mengatakan digital marketing dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar.
"Ibu-ibu yang punya UMKM di sini kami harapkan bisa melek digital marketing. Jadi pemasarannya tidak hanya di lingkungan mereka, tetapi bisa lebih jauh lagi," katanya.
Ia berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat mendorong usaha warga berkembang.
Ketua RW 08 Sadeli mengatakan sebagian pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan dalam memahami teknologi informasi dan internet. Karena itu, pengenalan konsep go digital dinilai penting bagi warga.
"Para UMKM di wilayah kami masih sedikit kurang memahami IT dan internet. Dengan pelatihan ini kami mendapatkan pengenalan terkait apa itu go digital," katanya.
Pelatihan tersebut juga mengenalkan pemanfaatan AI untuk mendukung promosi. Warga didampingi membuat desain poster menggunakan AI agar dapat menghasilkan materi pemasaran secara lebih praktis.
Ketua KKN Kelompok 21 Unusa di RW 08 Nginden Jangkungan, Bryenca Rizki, mengatakan lebih dari 20 pelaku UMKM mengikuti kegiatan tersebut. Jenis usaha warga beragam, mulai dari toko sembako hingga kuliner.
"Kami memberikan materi strategi konten di TikTok dan pemahaman digital marketing. Warga juga kami dampingi membuat desain poster dengan AI," ujarnya.
Dosen pembimbing lapangan KKN Unusa, Arif Helmi Setiawan, mengatakan penguatan kemampuan digital UMKM sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, kemampuan memasarkan produk secara digital dapat membuka peluang pasar yang lebih luas dan berpotensi meningkatkan penjualan.
"Pelatihan UMKM ini sesuai dengan SDGs 8 karena dapat meningkatkan penjualan sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program KKN mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di RW 07 dan RW 08 Kelurahan Nginden Jangkungan.
Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mengenal teknologi digital, tetapi mampu menggunakannya untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
