Logo

Unusa Edukasi Pekerja Migran Perempuan di Malaysia soal Deteksi Dini Kanker

Reporter:,Editor:

Selasa, 22 September 2026 09:02 UTC

Unusa Edukasi Pekerja Migran Perempuan di Malaysia soal Deteksi Dini Kanker

Ketua Pelaksana kegiatan Dwi Handayani saat memberikan edukasi bahaya kanker kepada pekerja migran, Selasa, 22 September 2026. Foto: Dokumen Pribadi

JATIMNET.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan edukasi kesehatan kepada perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kanker dan pentingnya deteksi dini.

Melalui Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Unusa menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang berfokus pada kesehatan perempuan. Program ini tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga pemeriksaan kesehatan dasar berupa pengukuran tekanan darah dan lingkar perut.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dwi Handayani, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenali kondisi kesehatan masing-masing sekaligus mendeteksi potensi risiko penyakit.

“Pemeriksaan tekanan darah dilakukan sebagai langkah awal untuk mendeteksi risiko hipertensi, sedangkan pengukuran lingkar perut digunakan untuk membantu mengenali risiko obesitas sentral,” kata Dwi yang juga dosen Fakultas Kesehatan, Selasa, 22 September 2026.

Dwi menjelaskan, hipertensi dan obesitas sentral perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Risiko tersebut juga perlu diantisipasi oleh pekerja migran yang berpotensi mengalami perubahan pola makan, aktivitas fisik, waktu istirahat, hingga tekanan pekerjaan selama bekerja di luar negeri.

Selain pemeriksaan kesehatan dasar, Unusa membekali peserta dengan materi deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks. Kedua jenis kanker tersebut memiliki karakteristik serta faktor risiko berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pencegahan yang sesuai.

Menurut Dwi, kanker payudara dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari usia, kondisi hormonal, riwayat keluarga, hingga gaya hidup. Sementara itu, kanker serviks terutama berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi yang menetap.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesadaran perempuan pekerja migran untuk menjaga kesehatannya, melakukan pemeriksaan secara berkala, mengenali tanda-tanda sejak dini, serta mencari pertolongan ketika diperlukan,” ujarnya.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, edukasi tersebut juga mendorong peserta memahami pentingnya vaksinasi HPV dan skrining kanker serviks sesuai rekomendasi. Peserta turut diajak mengenali perubahan pada payudara serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

 

Gandeng Fatayat NU Malaysia, Libatkan Dosen dan Mahasiswa

Dalam pelaksanaan program tersebut, Unusa berkolaborasi dengan PCI Fatayat NU Malaysia. Kegiatan ini melibatkan sejumlah dosen Fakultas Kesehatan Unusa, yakni Friska Ayu, Kuuni Ulfah Naila El Muna, Ratna Ayu Ratriwardhani, dan Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi.

Dua mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat juga terlibat dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mereka menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman langsung dalam promosi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, komunikasi kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat dengan latar belakang sosial budaya yang beragam.

Melalui kolaborasi ini, Unusa berharap dapat memperkuat dukungan kesehatan berbasis komunitas bagi perempuan pekerja migran Indonesia di Malaysia. Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan kelima tentang Kesetaraan Gender.

"Ini untuk kesehatan dari perempuan yang tengah menjadi pekerja migran di luar negeri," jelasnya.