Rabu, 12 August 2026 03:00 UTC

Atraksi pramuka penggalang di arena Jamnas 2022. Foto: jatengprov.go.id
JATIMNET.COM, Jakarta – Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka 2026 diproyeksikan melibatkan 24.785 orang dari berbagai unsur ketika kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, 13–20 Agustus 2026.
Besarnya jumlah tersebut menempatkan Jamnas sebagai salah satu pertemuan nasional generasi muda berskala besar tahun ini, sekaligus menuntut kesiapan penyelenggaraan bagi puluhan ribu orang selama delapan hari.
Dari proyeksi 24.785 orang tersebut, 20.064 orang merupakan peserta dari Kwartir Cabang (Kwarcab) di berbagai daerah Indonesia. Selain itu terdapat 2.054 orang dari unsur Kwartir Daerah (Kwarda), 180 peserta luar negeri, 234 unsur National Scout Organization (NSO), serta 2.253 panitia.
Komposisi itu menunjukkan angka hampir 25 ribu tidak seluruhnya merupakan peserta Pramuka Penggalang, tetapi keseluruhan unsur yang diproyeksikan terlibat dalam penyelenggaraan Jamnas XII.
Data tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo dalam paparan kesiapan Jamnas XII yang dipublikasikan pada Januari 2026. Angka proyeksi sekitar 24.785 orang juga masih muncul dalam publikasi teknis menjelang pelaksanaan Jamnas pada Juni 2026.
Jamnas XII sendiri merupakan pertemuan lima tahunan bagi Pramuka Penggalang. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan Kwartir Nasional, peserta utama berada pada rentang usia 11–15 tahun dan berasal dari kwartir cabang seluruh Indonesia.
Setiap Kwarcab pada prinsipnya memperoleh kuota empat regu, terdiri atas dua regu putra dan dua regu putri dengan masing-masing delapan anggota.
Kebijakan berbeda diberlakukan terhadap 14 Kwarcab di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Kwarcab di wilayah tersebut mendapatkan kuota dua kali lipat atau 64 peserta. Penambahan kuota berkaitan dengan posisi kawasan tersebut sebagai wilayah sekitar penyelenggaraan Jamnas di Cibubur.
Skala nasional itu membuat pengelolaan Jamnas tidak hanya berkaitan dengan aktivitas kepramukaan. Konsentrasi puluhan ribu orang selama delapan hari juga menuntut kesiapan perkemahan, sanitasi, air bersih, konsumsi, pelayanan kesehatan, keamanan, transportasi internal hingga mekanisme penanganan keadaan darurat.
Aspek tersebut semakin penting karena mayoritas peserta utama merupakan anak dan remaja. Penyelenggara juga memberikan ruang kepada Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK).
Petunjuk pelaksanaan Jamnas mengatur keterlibatan PBK beserta unsur pendamping, sehingga aksesibilitas fasilitas dan kegiatan menjadi bagian penting dari kesiapan penyelenggaraan.
Jamnas XII mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema itu menempatkan kegiatan tidak sebatas pertemuan dan perkemahan nasional, tetapi diarahkan untuk memberikan pengalaman pendidikan, keterampilan, kemandirian dan penguatan karakter kepada peserta.
Besarnya jumlah peserta sekaligus membuat hasil kegiatan menjadi penting untuk diukur setelah Jamnas berakhir. Dengan lebih dari 20 ribu peserta daerah, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan memiliki potensi menjangkau lebih luas apabila pengetahuan dan keterampilan tersebut diteruskan melalui gugus depan, sekolah dan kwartir masing-masing.
Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang mengirim rombongan besar. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas 1.537 anggota Kontingen Daerah Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Rombongan tersebut mencakup Pramuka Penggalang, Pramuka Berkebutuhan Khusus, pimpinan kontingen dan pembina pendamping.
“Lebih dari 1.500 kontingen Jawa Timur untuk mengikuti Jambore Nasional yang ke-XII,” kata Khofifah saat pelepasan kontingen di Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8/2026).
Khofifah juga mengingatkan kontingen Jawa Timur bahwa Jamnas berlangsung bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan peserta dari berbagai daerah akan berada di Cibubur ketika Indonesia memperingati HUT ke-81 pada 17 Agustus 2026.
“Bangun persaudaraan untuk membangun NKRI. Bangun persatuan untuk menguatkan NKRI,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Muhammad Arum Sabil menjelaskan besarnya kontingen yang diberangkatkan dari provinsi tersebut.
“Jawa Timur mengirim peserta 1.537. Di antaranya adalah dari adik-adik penggalang, dari Pramuka berkebutuhan khusus,” kata Arum Sabil saat pelepasan kontingen di Grahadi.
Angka Jawa Timur tersebut perlu dibaca berbeda dari jumlah 20.064 peserta Kwarcab secara nasional karena komposisinya tidak identik.
Jumlah 1.537 orang mencakup sejumlah unsur kontingen, bukan hanya peserta Penggalang. Karena itu, membandingkan kedua angka secara langsung untuk menentukan persentase peserta Jawa Timur terhadap jumlah peserta nasional berpotensi menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat.
Selain kontingen Indonesia, kehadiran peserta luar negeri dan unsur organisasi kepanduan negara lain memberi Jamnas XII dimensi internasional.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antardaerah dengan latar budaya dan kondisi sosial yang beragam.
Skala hampir 25 ribu orang juga memunculkan dimensi akuntabilitas penyelenggaraan.
Petunjuk pelaksanaan Jamnas menyebut pembiayaan kegiatan dilaksanakan secara gotong royong melalui sejumlah sumber, termasuk Kwarnas, APBN, APBD, Kwarda, Kwarcab, iuran peserta, donatur dan sponsorship sesuai ketentuan yang berlaku. Besarnya kegiatan membuat transparansi pembiayaan serta manfaat yang diterima peserta menjadi bagian dari kepentingan publik.
Jamnas XII dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026. Jadwal tersebut merupakan pembaruan dari informasi awal yang pernah menyebut pelaksanaan hingga 21 Agustus. Pembukaan Jamnas juga berada dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026 di Buperta Cibubur.
Dengan proyeksi 24.785 orang terlibat dan lebih dari 20 ribu peserta berasal dari daerah, ukuran keberhasilan Jamnas XII pada akhirnya tidak hanya terletak pada besarnya jumlah orang yang berkumpul di Cibubur.
Dampak pendidikan, keterampilan dan pengalaman yang dibawa kembali peserta ke daerah akan menjadi ukuran lanjutan dari pertemuan nasional lima tahunan tersebut.
