Logo

373 Ribu Lulusan SMP di Jatim Tak Tertampung Sekolah Negeri

Reporter:

Jumat, 05 June 2026 09:30 UTC

373 Ribu Lulusan SMP di Jatim Tak Tertampung Sekolah Negeri

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau SPMB online beberapa waktu lalu. Foto: spmbjatim.net

JATIMNET.COM, Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 kembali dihadapkan pada persoalan klasik, yakni terbatasnya daya tampung sekolah negeri dibanding jumlah lulusan SMP sederajat di Jawa Timur.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mencatat jumlah lulusan SMP/MTs dan sederajat pada 2026 mencapai 618.479 siswa. Sementara itu, daya tampung SMA dan SMK negeri hanya tersedia untuk 244.621 siswa.

Artinya, sekolah negeri hanya mampu menampung sekitar 39,55 persen dari total lulusan tahun ini. Sebanyak 373.858 siswa atau sekitar 60,45 persen lainnya harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun, Jumat, 5 Juni 2026.

Meski daya tampung sekolah negeri terbatas, Khofifah memastikan proses penerimaan peserta didik baru tetap berjalan tertib dan transparan melalui sistem yang telah disiapkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

“Saya ingin memastikan bahwa proses SPMB itu berjalan lancar. Proses SPMB semuanya terukur dengan pembatasan tertentu setiap harinya. Harapannya, tidak ada penumpukan siswa, tidak ada model menunggu sampai berlama-lama, karena pada dasarnya secara online mereka sudah terkonfirmasi,” ujarnya.

Menurut Khofifah, sistem verifikasi yang diterapkan memungkinkan calon peserta didik memperoleh jadwal pelayanan secara pasti sehingga proses pendaftaran berlangsung lebih nyaman dan teratur.

“Mereka bisa mengikuti proses verifikasi jam berapa sampai jam berapa di tanggal berapa. Ketika kita memantau SPMB, kita bisa melihat suasana yang insyaallah semuanya nyaman,” katanya.

Selain memastikan kelancaran proses pendaftaran, Pemprov Jatim juga menyiapkan dukungan layanan di setiap sekolah. Masing-masing SMA dan SMK negeri telah menugaskan 10 operator untuk membantu verifikasi dan validasi data calon peserta didik.

Khofifah mengaku tidak menemukan kendala berarti selama proses pemantauan berlangsung. Menurutnya, tahapan verifikasi hanya difokuskan untuk mencocokkan data nilai yang telah diunggah secara daring dengan dokumen asli yang dibawa peserta.

“Yang saya tanya tidak ada kendala. Mereka hanya perlu verifikasi data nilai yang diterima secara online dari masing-masing SMP sederajat dengan hard copy-nya untuk memastikan kesesuaian nilai rapor per semester. Ada beberapa yang tidak sesuai, tetapi yang digunakan tetap dokumen hard copy,” jelasnya.

Di tengah persaingan masuk sekolah negeri yang cukup ketat, para calon peserta didik mulai mempersiapkan berbagai jalur pendaftaran yang tersedia. Salah satunya Azzila Arifania yang datang ke SMKN 1 Madiun untuk melakukan verifikasi dan validasi data.

Ia mengaku memilih jalur prestasi non-akademik dan berharap dapat diterima di sekolah yang dituju.

“Kalau untuk pengambilan PIN, bawa fotokopi KK sama KK asli, terus ada akta kelahiran, sama SKL. Kalau untuk daftarnya saya pakai jalur prestasi non-akademik,” ujarnya.

Azzila berencana memilih jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) sebagai pilihan pertama dan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) sebagai pilihan kedua. “Harapannya bisa keterima di sini dan sekolah di sini,” pungkasnya.