Jumat, 17 July 2026 11:37 UTC

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur saat diwawancara, Jumat, 17 Juli 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian memastikan Erlan (56), terduga pelaku pembunuhan RYS (50), aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di kawasan Bandara Internasional Juanda, hingga kini belum ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, penyidik masih memerlukan pendalaman terhadap sejumlah alat bukti dan keterangan saksi sebelum menetapkan status DPO terhadap terduga pelaku.
"Belum. Kita harus amankan dulu nanti kita kroscek dengan saksi-saksi lain," katanya, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Jumhur, penetapan seseorang sebagai DPO tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Penyidik harus memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur agar memiliki dasar yang kuat.
BACA: Polisi Sebar Tim ke Lima Wilayah Luar Jatim, Buru Terduga Pembunuh ASN Bangkalan
Selain melengkapi alat bukti, penyidik juga terus meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memperkuat konstruksi perkara pembunuhan tersebut.
AKBP Jumhur menegaskan, penanganan kasus itu hingga kini masih berada di bawah kewenangan Satreskrim Polresta Sidoarjo. Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jawa Timur memberikan dukungan melalui pembentukan tim gabungan agar proses pengungkapan kasus berjalan lebih maksimal.
"Kita gabung terus dengan Sidoarjo. Ada beberapa tim yang masih di luar kota. Doakan saja ya," ujarnya.
Meski belum berstatus DPO, polisi memastikan proses pengejaran terhadap Erlan tidak pernah dihentikan. Seluruh informasi yang diterima dari keluarga, kerabat, hingga relasi pelaku terus ditindaklanjuti untuk mempercepat penangkapan.
BACA: Polisi Buka Sayembara Rp20 Juta untuk Penangkap Buronan Pembunuhan ASN Bangkalan
Saat ini, tim gabungan Ditreskrimum Polda Jawa Timur dan Satreskrim Polresta Sidoarjo masih memburu Erlan hingga ke lima wilayah di luar Jawa Timur. Polisi menduga pelaku berpindah-pindah lokasi sehingga keberadaannya belum berhasil ditemukan.
"Sudah ada mungkin lima wilayah yang berbeda di luar Jatim itu kita telusuri. Pertemanan mereka, keluarga mereka sudah kita sentuh semua," kata AKBP Jumhur.
Ia optimistis pelaku dapat segera diamankan meski mengakui pengejaran terhadap Erlan tidak mudah karena diduga terus berpindah tempat.
