Jumat, 17 July 2026 13:09 UTC

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto disela sela sambutan memberikan motivasi pada peserta lomba mewarnai tingkat TK/PAUD. Foto: Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Sebanyak 80 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Gresik hanya menerima kurang dari 10 peserta didik baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Bahkan, beberapa sekolah hanya memperoleh dua hingga lima siswa.
Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik menunjukkan sejumlah sekolah dengan jumlah peserta didik baru paling sedikit, di antaranya SDN 322 Camaruddin, Kecamatan Panceng, dan SDN 372 Gunungtimur, Kecamatan Tambak, yang masing-masing hanya menerima dua siswa.
Selain itu, SDN 79 Glanggang, Kecamatan Duduksampeyan, menerima tiga siswa, SDN 210 Tanjung, Kecamatan Kedamean, empat siswa, SDN 250 Pegundan, Kecamatan Bungah, lima siswa, SDN 265 Racikulon, Kecamatan Sidayu, lima siswa, SDN 298 Raya, Kecamatan Ujungpangkah, empat siswa, serta SDN 308 Sidomulyo, Kecamatan Ujungpangkah, lima siswa.
Fenomena serupa juga terjadi di Pulau Bawean. SDN 324 Wotan menerima tiga siswa, SDN 325 Babakhilur lima siswa, SDN 326 Balikterus lima siswa, SDN 331 Poloasem tiga siswa, SDN 339 Muara empat siswa, SDN 348 Pendidikan tiga siswa, dan SDN 355 Sungaitanjung empat siswa.
Di Kecamatan Tambak, SDN 375 Tanah Merah hanya menerima empat siswa. Sementara itu, SDN 387 Dedawang dan SDN 388 Batu Lintang masing-masing memperoleh lima siswa baru.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dispendik Kabupaten Gresik, Sunikan, mengatakan sedikitnya jumlah peserta didik dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kondisi geografis hingga minimnya lulusan TK di sejumlah wilayah.
"Selain aspek geografis, rata-rata disebabkan karena jumlah lulusan TK yang memang sedikit di wilayah tersebut," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menambahkan, sebagian masyarakat juga memilih menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan swasta.
BACA: PPDB SD Negeri Gresik Belum Merata, Hanya 53 Sekolah Penuhi Pagu
"Ada yang lebih memilih sekolah swasta karena dianggap memiliki kualitas tertentu," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, mengatakan kekurangan peserta didik paling banyak terjadi di SD Negeri yang berada di kawasan pedesaan. Meski demikian, sekolah-sekolah tersebut tetap dipertahankan karena masih dibutuhkan masyarakat.
"Dispendik sebagai penyelenggara layanan pendidikan harus menerima kondisi tersebut dan tetap mempertahankannya. Upaya yang kami lakukan adalah regrouping apabila lokasi lembaga pendidikannya berdekatan," ujarnya.
Hariyanto menambahkan, regrouping menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk menjaga efektivitas layanan pendidikan tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap sekolah negeri.
Secara keseluruhan, hasil PPDB SD Negeri di Kabupaten Gresik memang belum merata. Dari 389 sekolah yang membuka pendaftaran, hanya 53 sekolah berhasil memenuhi pagu, sedangkan total 4.548 kursi masih belum terisi hingga penutupan PPDB Tahun Ajaran 2026/2027.
