Logo

Kasus Chat Tak Etis, Unesa Nonaktifkan Sementara Enam Mahasiswa

Reporter:,Editor:

Minggu, 19 July 2026 04:30 UTC

Kasus Chat Tak Etis, Unesa Nonaktifkan Sementara Enam Mahasiswa

Ilustrasi chat di WhatsApp. Foto: www.magnific.com

JATIMNET.COM, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan sementara enam mahasiswa program vokasi yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan verbal melalui percakapan di grup WhatsApp.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga independensi proses investigasi yang saat ini dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa.

Kasus ini bermula dari laporan berisi riwayat percakapan grup WhatsApp yang dinilai tidak etis serta mengandung objektifikasi terhadap sejumlah mahasiswi dan dosen.

Penanganannya juga mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan pemeriksaan masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan fakta-fakta yang terjadi.

"Kasus kekerasan verbal yang terjadi dalam bentuk chat grup mahasiswa yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," kata Iman di Unesa, Minggu, 19 Juli 2026.

a menjelaskan, penanganan perkara dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Tahapannya meliputi penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, hingga penetapan sanksi oleh rektor.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan terdapat 26 korban dugaan kekerasan verbal. Mereka terdiri atas 22 mahasiswa dan empat dosen.

Menurut Iman, seluruh korban menjadi prioritas perlindungan Satgas PPK Unesa. Mereka mendapatkan pendampingan psikologis, dukungan akademik, hingga bantuan hukum apabila diperlukan.

"Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," ujarnya.