JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku baru mengetahui mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim Haris Hasanudin adalah menantu Roziqi. “Ya saya tahu juga belakangan bahwa Pak Haris adalah menantu Pak Roziqi,” katanya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu 23 Maret 2019.

Roziqi merupakan Ketua Tim Kampanye Pasangan Khofifah-Emil Dardak saat mencalonkan diri sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jatim pada 2018 lalu. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim pada 2003-2009.

Adapun Haris, tersangka penyuapan pada Ketua Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuzy. 10 hari setelah menjabat Kepala Kanwil Kemenag Jatim-Haris dilantik pada 5 Maret 2019-, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkapnya di Hotel Bumi Surabaya pada 15 Maret 2019.

BACA JUGA: Pengisian Jabatan Kemenag Jatim, Romahurmuziy Catut Nama Khofifah

Komisi anti rasuah menyebut Haris menyuap Rommy, sapaan Romahurmuziy, untuk memuluskan upaya mendapat jabatannya.

Dalam penelurusan Jatimnet.com, Haris kini menempati rumah milik Roziqi. (Selengkapnya Baca: Keluarga Haris Mengetahui dari Media)

Menurut Khofifah, seleksi jabatan Kepala Kanwil Kemenag berlangsung melalui sistem open biding (lelang terbuka). Panitia seleksi berasal dari berbagai kalangan. Sehingga proses seleksi ketat dan transparan. “Karena ada prosedur kalau golongannya tidak nutut, ya tak akan bisa,” katanya.

Sistem open biding, kata dia, juga memperkecil peluang nepotisme. “Yang namanya anak ya anak, mantu ya mantu, itu bersifat impersonal. Kalau tidak memenuhi kualifikasi tidak bisa ikut open biding,” katanya

BACA JUGA: Khofifah Mengaku Tak Begitu Mengenal Haris Hasanudin

Ia mengatakan hubungan antara Roziqi dan Haris adalah hubungan pribadi. Tak bisa dikaitkan dengan lelang terbuka jabatan di Kementerian Agama. “Bisa kan kita bedakan open biding dengan hubungan kekeluargaan,” katanya.

Tapi, ia mengatakan, tak bisa menjelaskan detail lelang jabatan di Kementerian Agama. Lagi pula, penjelasan tentang seleksi Kepala Kanwil Kemenag merupakan wewenang Kementerian Agama. “Tanyanya ke Kemenag,” katanya.

Sebelumnya, dalam perkara rasuah ini, Rommy berdalih sekadar meneruskan aspirasi dari orang-orang terpercaya terkait pengisian jabatan Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Yakni, selain dari Khofifah, juga dari Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Halim.

Khofifah membantah pernyataan Rommy itu. Begitu juga Kiai Asep. Mereka menolak pernah merekomendasikan nama Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.