Terkait ‘nyanyian’ Rommy usai diperiksa KPK.

Khofifah: Saya Kaget Rekomendasi Apa yang Saya Sampaikan

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 23 Maret 2019 - 14:20

JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah 'nyanyian' Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muchammad Romahurmuziy yang menyebut rekomendasi Haris Hasanudin sebagai figur tepat menjabat Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur dari dirinya.

Gubernur kelahiran Surabaya itu mengaku kaget ketika namanya disebut anggota DPR RI tersebut usai diperiksa Komisi Anti Korupsi (KPK), Jumat 22 Maret 2019. "Silakan tanya ke Mas Rommy (Romahurmuziy), karena saya juga kaget gitu rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan," ujar Khofifah ditemui di Gedung Negara Grahadi, Sabtu 23 Maret 2019.

Menurut Khofifah, dirinya tidak pernah memberikan rekomendasi sama sekali kepada Rommy. Ia justru menanyakan rekomendasi seperti apa yang sudah disampaikan olehnya. "Sebaiknya teman-teman bisa tanya rekomendasi langsung kepada Mas Rommy seperti apa itu," ungkapnya.

BACA JUGA: Pengisian Jabatan Kemenag Jatim, Romahurmuziy Catut Nama Khofifah

Khofifah menjalaskan, sejak menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan zaman Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid hingga Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial, tidak ada indikasi proses jual beli jabatan.

Dia memastikan bahwa telah berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih. Sikap itu ditunjukkan kembali ketika debat Pilgub 2018 lalu. "Saat debat lalu saya ingin pastikan bahwa komitmen membangun pemerintahan yang bersih, membangun proses rekrutmen dengan merit system (sistem prestasi), saya ingin pastikan tidak ada ruang orang jual beli jabatan," tegasnya.

Khofifah menyatakan, yang diketahuinya selama menjabat sebagai menteri, proses rekrutmen pejabat selalu dilakukan menurut proses yang legal. Yakni lewat lelang terbuka dengan disertai penilaian terlebih dahulu. Tim panitia seleksi diberikan wewenang untuk melakukan assesmen (penilaian yang komprehensif).

BACA JUGA: Kiai Asep Bantah Beri Rekomendasi Jabatan Kakanwil Kemenag Jatim

"Saya rasa itu juga yang dilakukan oleh kementerian-kementerian di era Pak Joko Widodo. Seluruh proses rekrutmen kalau itu eselon II eselon I semuanya harus melalui lelang jabatan," ungkapnya.

Setiap kementerian memiliki mekanisme dan tim panitia seleksi sendiri-sendiri untuk melakukan lelang jabatan. Termasuk Kemenag. Khofifah mengaku tidak memiliki kepentingan untuk tahu bagaimana proses yang dilakukan Kemenag.

Ia tidak tahu proses rekrutmennya seperti apa, dan panitia seleksinya siapa. Semua kementerian memiliki otoritas sendiri untuk menjalankan seleksi.

BACA JUGA: KPK Periksa Romahurmuziy

Sekadar diketahui, Rommy mengaku mendengarkan aspirasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait nama Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

"Kemudian Ibu Khofifah indar Parawansa, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, 'Mas Rommy, percayalah dengan Haris karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus.' Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan 'kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik," ujar Rommy usai diperiksa KPK.

Baca Juga

loading...