Minggu, 22 February 2026 09:58 UTC

Banjir merendam perkampungan warga di Kelurahan Kraksaan Wetan. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat melakukan evakuasi banjir Probolinggo yang melanda lima kecamatan sejak Sabtu malam, 21 Februari 2026. Tim gabungan diterjunkan untuk mengevakuasi warga, dengan prioritas lansia, anak-anak, serta kelompok rentan lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, memastikan keselamatan warga menjadi fokus utama dalam penanganan bencana kali ini.
“Kami bersama tim gabungan bergerak cepat mengevakuasi warga. Saat ini keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Lima Kecamatan Terdampak
Banjir sebelumnya merendam wilayah Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton, dan Gading setelah hujan deras mengguyur lebih dari lima jam. Di Kelurahan Kraksaan Wetan, ratusan rumah sempat tergenang dengan ketinggian air mencapai dua meter.
BACA: Jembatan Penghubung Empat Desa di Probolinggo Terancam Putus
Sedikitnya 320 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut. Sejumlah warga bahkan mengungsi ke tepian Jalan Pantura karena akses menuju rumah mereka tertutup genangan.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur TNI-Polri langsung melakukan asesmen lapangan. Petugas mendata kerusakan rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, hingga sarana pendidikan yang terdampak arus dan genangan.
Selain evakuasi banjir Probolinggo, pemkab juga menyiapkan bantuan makanan siap saji untuk berbuka dan sahur, serta kebutuhan pokok lainnya. Distribusi logistik dilakukan secara bertahap sesuai hasil pendataan di lapangan.
Sementara itu, ruas Jalan Pantura yang sempat tergenang kini telah kembali normal. Jalur utama penghubung Surabaya–Banyuwangi tersebut dapat dilalui kendaraan setelah air berangsur surut sekitar pukul 03.00 WIB.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang berisiko memperparah genangan.
BACA: Ratusan KK Terendam di Kraksaan Wetan Probolinggo, Warga Mengungsi ke Tepi Pantura
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia masih berada pada puncak musim hujan Januari–Februari 2026, dengan hujan berintensitas tinggi yang berpotensi terjadi di banyak wilayah.
BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan curah hujan pada akhir Februari hingga awal Maret 2026 akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko banjir di sejumlah daerah, terutama wilayah dengan curah hujan tinggi.
