Senin, 09 February 2026 09:00 UTC

Kondisi jembatan yang menghubungkan empat desa di Kabupaten Probolinggo nyaris putus akibat sering kali diterjang banjir. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Jembatan penghubung empat desa di Kabupaten Probolinggo terancam runtuh akibat sering kali diterjang banjir.
Demi menghindari risiko jatuhnya korban, jembatan yang berada di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan itu ditutup total. Seluruh kendaraan tidak bisa melintasinya.
Jembatan sepanjang sekitar 32 meter itu mengalami kerusakan serius pada struktur utamanya. Retakan tampak jelas pada fondasi di kedua sisi jembatan, sementara bagian tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Kondisi ini membuat jembatan sangat rawan ambruk, terutama jika kembali diterjang banjir dengan arus sungai yang deras. Menyadari bahaya yang mengintai, warga bersama pemerintah desa bergerak cepat mengambil langkah antisipatif.
Akses jembatan ditutup total dengan memasang halang rintang dari bambu agar tidak ada kendaraan yang nekat melintas. Penutupan ini dilakukan semata-mata demi keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut.
Tak hanya itu, warga juga bergotong royong memasang penyangga tambahan dari bambu di bagian bawah jembatan. Penyangga ini bersifat sementara dan hanya difungsikan agar jembatan masih bisa dilalui pejalan kaki saat debit air sungai sedang rendah.
Untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, terutama bagi anak-anak yang harus berangkat ke sekolah, warga setempat membangun jembatan darurat dari bambu.
Jalur alternatif ini, menjadi satu-satunya akses aman yang bisa digunakan sementara waktu.
Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberkatimoho, Musidin mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan mulai terlihat sejak empat hari lalu, tepatnya pada Kamis, 5 Februari 2026. Kerusakan infrastruktur tersebut setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras yang memicu banjir.
Menurut Musidin, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi penghubung utama empat desa di Kecamatan Krejengan.
“Jembatan ini menghubungkan Desa Widoro, Kedungculuk, Karangren, dan Desa Seboro. Jika sampai ambruk, aktivitas ekonomi warga akan lumpuh dan akses anak-anak ke sekolah akan sangat terganggu,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menambahkan, kondisi jembatan saat ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi runtuh sewaktu-waktu apabila kembali diterjang banjir.
Oleh karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo segera turun tangan melakukan perbaikan secara menyeluruh dan permanen.
Perbaikan jembatan dinilai mendesak agar roda perekonomian warga kembali berjalan normal, serta hak anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan tetap terjamin tanpa hambatan.
