Kamis, 12 February 2026 12:00 UTC

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah, kiri) dan Kepala BNN, Komjen (Pol) Suyudi Ario Seto (tengah kanan) saat peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di kampus Unesa, Kamis, 12 Februari 2026. Foto: Karina
JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai bagian penguatan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
Peluncuran berlangsung di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, Kamis, 12 Februari 2026, dan diikuti sekitar 650 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, serta pemangku kepentingan terkait.
Agenda kegiatan mencakup peluncuran program IKAN sekaligus pemberian penghargaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penghargaan diberikan kepada kepala daerah dan insan pendidikan yang dinilai aktif mendukung upaya pencegahan narkoba.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menekankan pentingnya pendidikan sebagai garda depan pencegahan narkoba.
“Integrasi materi anti narkoba dalam proses pembelajaran akan mampu membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran peserta didik sejak usia dini tanpa menambah mata pelajaran baru,” ujar Abdul Mu’ti.
Program IKAN dirancang melalui integrasi materi anti narkoba dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Pendekatan ini diharapkan membangun pengetahuan, sikap, serta ketahanan diri siswa secara berkelanjutan.
Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, menyatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar implementasi kurikulum anti narkoba berjalan konsisten di seluruh satuan pendidikan. Langkah ini dinilai strategis dalam membangun generasi muda yang tangguh dan sadar terhadap bahaya narkoba.
“Penerapan IKAN merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kami berharap program ini dapat diimplementasikan secara luas sebagai upaya nyata pencegahan narkoba melalui jalur pendidikan,” pungkasnya.
