Selasa, 10 February 2026 00:30 UTC

Petugas sedang meninjau lokasi kejadian kecelakaan di Jalan Raya Desa Pokecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin malam, 9 Februari 2026. Foto: Hasan.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) keenam terjadi di Jalan Raya Desa Pokecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin malam, 9 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB
Seorang pengendara sepeda motor perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah menabrak material proyek yang berada di badan jalan.
Korban diketahui bernama Agustin Setyarini, 23 tahun, warga Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda bernomor polisi S 2756 NCJ.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban melaju dari arah Bangsal menuju Kecamatan Dlanggu. Diduga korban tidak melihat tumpukan material proyek yang berada di tengah jalan akibat minimnya penerangan di lokasi kejadian.
BACA: Ninja Tabrak Pohon di Mojokerto, Dua Korban Meninggal Dunia
Linda, salah seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa kondisi jalan di lokasi lakalantas memang cukup gelap saat malam hari. Maka, sangat membahayakan para pengguna jalan. "Kondisi jalan memang gelap, korbannya menabrak batu proyek itu," ujarnya.
Linda juga menyebutkan bahwa sebelumnya sempat dipasang rambu peringatan di sekitar lokasi proyek. Namun, rambu tersebut kerap tertabrak pengendara dan kembali dibenahi, hingga kejadian serupa berulang kali terjadi dalam satu hari.
"Sempat ada tanda rambu-rambu. Tapi, ditabrak dibenahi lagi, tertabrak lagi sampai enam kali ini tadi," katanya.
Ia menambahkan, korban mengendarai sepeda motor seorang diri dan melintas dari arah Bangsal menuju Dlanggu dan tiba-tiba menabrak material batu yang berada di bahu jalan sebelah kiri.
"Korban menaiki sepeda motor dari arah Bangsal menuju ke Dlanggu," ucapnya.
BACA: Terlibat Lakalantas, Seorang Ibu Meregang Nyawa di Depan Anaknya
Saat kejadian berlangsung, Linda mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi korban. Entah itu mengantuk atau tidak. Ia baru menyadari terjadinya kecelakaan setelah mendengar suara benturan keras dari dalam rumahnya.
"Nggak tahu kalau kondisi ngantuk. Soalnya, saya di dalam rumah dan mendengar suara brak, kemudian langsung keluar," ungkap Linda.
Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. "Yang terakhir ini meninggal dunia di lokasi," pungkasnya.
Jasad korban pun langsung di evakuasi oleh Relawan ISM dibantu warga sekitar dengan menggunakan mobil ambulans ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Sumber Glagah Pacet untuk visum et repertum.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
