Logo

Kecewa Investasi Bodong, Emak-emak di Probolinggo Geruduk Rumah Koordinator ‎

Reporter:,Editor:

Selasa, 10 February 2026 00:00 UTC

Kecewa Investasi Bodong, Emak-emak di Probolinggo Geruduk Rumah Koordinator

‎

Petugas Polres Probolinggo mengamankan tiga koordinator investasi yang diduga bodong. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sejumlah emak-emak menggeruduk rumah NH di Desa/Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Senin sore, 9 Februari 2026.

Mereka menuntut kejelasan investasi yang diduga dikelola oleh N-H. Tuntutan itu karena para emak-emak telah menyetorkan sejumah uang dan dijanjikan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari sebuah aplikasi investasi.

Namun ternyata, janji itu tak pernah terwujud dan uang mereka tak kembali. Para emak-emak itu marah hingga rumah NH yang disebut-sebut sebagai koordinator investasi bodong dipadati warga.

Sejak siang, para korban sudah menunggu kepastian pencairan dana yang dijanjikan. Namun, hingga sore hari, tak satu pun dana masuk ke rekening mereka.

Emosi pun memuncak dan jumlah massa terus bertambah dalam waktu singkat. Teriakan dan makian mewarnai aksi tersebut. Situasi semakin panas ketika polisi datang untuk mengamankan tiga orang koordinator investasi, yakni NH, SD, dan IS agar terhindar dari amuk massa.

BACAPuluhan Ibu Muda jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Rp2 Miliar

‎Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif, turun langsung ke lokasi untuk menenangkan warga dan memastikan keamanan tetap terkendali.

‎Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan ketiga koordinator guna menghindari tindakan anarkis.

Polisi juga mulai melakukan penyelidikan dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan dan saksi ahli untuk mengungkap mekanisme investasi yang dijalankan.

‎"Informasi sementara, para korban mengalami kerugian mulai dari satu juta rupiah hingga lebih dari dua puluh juta rupiah,"terang Latif, Selasa, 10 Februari 2026.

‎Para korban tergiur janji keuntungan dua hingga tiga kali lipat setiap pekan dari aplikasi investasi tersebut.

‎MH, salah satu korban menyatakan bahwa uang yang disetorkannya merupakan hasil kerja selama bertahun-tahun. Ia mengikuti investasi karena dijanjikan keuntungan cepat.

‎"Saya kecewa, karena saat tiba waktu pencairan, seluruh dana malah tak bisa ditarik,"ungkapnya.

‎Hingga kini, polisi masih memeriksa ketiga koordinator dan sejumlah korban untuk pendalaman kasus.

‎Kepolisian mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tawaran investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat.