Selasa, 03 February 2026 12:30 UTC

Ilustrasi: GIlas Audi.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Seorang anak berusia di bawah lima tahun (balita) hilang di Sungai Bayeman yang masuk wilayah Dusun Polai, Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Selasa sore, 3 Februari 2026.
Sebelum dinyatakan hilang sekitar pukul 17.00 WIB, seorang anak laki-laki berusia dua tahun itu diketahui mengenakan kaus singlet dan celana pendek.
“Korban hilang, diduga terpeleset dan terseret arus Sungai Bayeman. Anggota masih melakukan asesmen awal,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif.
Dugaan tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan pihak keluarga dan tetangga korban. Sebelum dinyatakan hilang, korban terlihat berada di sekitar bantaran sungai.
BACA: Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Pait Jombang, Orang Tua Diimbau Jaga Anak-Anak
Guna mempermudah proses pencarian, BPBD melakukan koordinasi lintas sektor dengan Polsek Tongas, Polres Kota Probolinggo, serta berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga korban.
“Kami tengah melakukan pengecekan di titik terakhir korban diduga terpeleset. Tim juga menyisir area sungai yang dangkal dan tumpukan rumpun bambu di sekitar aliran sungai, karena ada kemungkinan korban tersangkut di lokasi tersebut,” jelas Oemar.
Upaya pencarian juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, aparat kepolisian, hingga relawan SAR dan masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan secara manual dengan menyusuri aliran sungai dan area rawan.
“Sampai saat ini belum ada tanda-tanda penemuan korban. Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan relawan SAR, untuk memperkuat pencarian,"jelas Oemar.
BACA: Asyik Main di Kali Pelabuhan Mojokerto, Bocah SD Terseret Arus Sungai dan Meninggal
Sementara itu, karena keterbatasan pencahayaan dan faktor keselamatan, pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan kembali besok pagi.
Oemar mengimbau masyarakat, khususnya orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area berisiko seperti sungai dan saluran air.
“Kami berharap masyarakat lebih waspada dan selalu mengawasi anak-anaknya, terlebih di musim cuaca yang tidak menentu seperti saat ini,” pungkas Oemar.
