Selasa, 03 February 2026 13:00 UTC

Papan reklame di Jalan Tidar ambruk diterjang angin, Selasa, 3 Februari 2026. (Foto: tangkapan layar IG Command Center 112)
JATIMNET.COM, Surabaya – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Surabaya, Selasa petang, 3 Februari 2026. Fenomena alam tersebut mengakibatkan Kota Pahlawan porak-poranda.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat, sebanyak 29 pohon tumbang, lima genangan air, dan tiga rumah rusak terdampak bencana hidrometeorologi telah tertangani hingga pukul 18.12 WIB.
“BPBD bersama unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan sejak laporan pertama diterima, dengan prioritas pada keselamatan warga dan pemulihan akses jalan,” kata Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, inisiden pohon tumbang terjadi di sejumlah kecamatan, antara lain Gubeng, Wonokromo, Sawahan, Bubutan, Genteng, dan Dukuh Pakis.
Jenis pohon yang tumbang bervariasi, mulai dari tabebuya, mangga, beringin, flamboyan, hingga mahoni dengan ketinggian rata-rata antara 3 hingga 12 meter.
BACA: Jatim Terdampak Cuaca Ekstrem, Ini Peringatan BMKG Juanda
Beberapa lokasi yang terdampak di antaranya Jalan Ngagel Jaya, Jalan Kembang Kuning, Jalan Kertajaya, Jalan Manyar Kertoarjo, Jalan Biliton, Jalan Tunjungan, Jalan Panglima Sudirman, hingga Jalan Raya Manukan Wetan.
Sebagian besar pohon tumbang telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Posko Terpadu wilayah Timur, Barat, dan Jemursari, serta perangkat kelurahan.
Namun hingga laporan terakhir, sejumlah titik masih dalam proses penanganan karena kondisi cuaca dan banyaknya kejadian yang terjadi hampir bersamaan.
“Respons time petugas relatif cepat, rata-rata di bawah 10 menit sejak laporan diterima. Namun, karena jumlah kejadian cukup banyak dan tersebar, penanganan dilakukan secara bertahap,” ujar Linda.
BACA: Nataru di Jatim Dibayangi Cuaca Ekstrem yang Memicu Bencana Hidrometeorologi
Selain pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan genangan air di lima lokasi, yakni Jalan Kinibalu, Jalan Tambak Mayor, Jalan Lontar, Jalan Tanjungsari, dan Jalan Wisma Tengger.
Ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 40 sentimeter. Hingga Selasa petang, kondisinya dilaporkan belum surut.
BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) telah melakukan penyedotan air serta pemantauan ketinggian genangan di lokasi terdampak.
“Petugas terus melakukan monitoring dan penyedotan untuk mempercepat surutnya genangan, sembari memastikan tidak ada warga yang terdampak secara langsung,” kata Linda.
BACA: BPBD Jatim Cermati Bibit Siklon Tropis di Selatan Indonesia, Waspadai Hujan Ekstrem
Dampak cuaca ekstrem juga menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan, masing-masing berada di Jalan Widodaren, Jalan Kupang Segunting III, dan Jalan Koblen Kidul.
Hingga laporan dibuat, ketiga kejadian tersebut masih dalam proses penanganan oleh BPBD Kota Surabaya.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terutama hujan disertai angin kencang.
Warga juga diminta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat agar dapat ditangani secepat mungkin.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengajak masyarakat untuk berhati-hati dan tidak berteduh di bawah pohon saat hujan angin,” pungkas Linda.
