Logo

Pengawasan Selat Bali Diperketat Menjelang Evakuasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

Reporter:,Editor:

Rabu, 28 January 2026 02:30 UTC

Pengawasan Selat Bali Diperketat Menjelang Evakuasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

Petugas Satpolairud Polresta Banyuwangi saat berpatroli menjelang evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Foto: Satpolairud Polres Banyuwangi

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi memperketat pengawasan di perairan Selat Bali, Selasa, 27 Januari 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari operasi sterilisasi area saat menjelang evakuasi bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang dinilai berisiko mengancam infrastruktur vital bawah laut.

​Kasat Polairud Polresta Banyuwang Kompol Muchammad Wahyudi mengatakan  patroli pengamanan laut Selat Bali menggunakan kapal polisi jenis Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Fokus utama operasi kali ini adalah memastikan zona terbatas di sekitar bangkai kapal tetap steril dari aktivitas pelayaran umum.

BACA: KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

​Urgensi pengangkatan bangkai kapal ini, kata dia, bukan tanpa alasan. Keberadaan KMP Tunu Pratama Jaya dikhawatirkan dapat bergeser akibat arus bawah laut dan merusak jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan pasokan energi antara Jawa dan Bali.

​"Kami bertindak sebagai pengawas utama untuk memastikan seluruh tahapan teknis berjalan sesuai prosedur keselamatan pelayaran, sekaligus melindungi aset strategis nasional di dasar laut," katanya Selasa, 27 Januari 2026.

Untuk tujuan itu, ​lanjut Wahyudi, petugas  melakukan pengecekan secara intensif di sekitar Kapal Pioneer 88 (GT2256), kapal crane raksasa yang telah lego jangkar untuk mengeksekusi proses pengangkatan.

"Satpolairud juga menetapkan  zona terbatas  yang ditandai dengan buih koordinat agar tidak dilalui oleh kapal lain,"ujarnya. 

BACA: Update Korban KMP Tunu Pratama, 31 Orang Selamat dan Lima Orang Meninggal 

​Selain kesiapan teknis, aspek spiritual juga menjadi bagian dari persiapan operasi besar ini. Sebelumnya, pada Kamis malam pekan lalu, telah digelar doa bersama di atas Kapal Pioneer 88.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk menghormati para korban KMP Tunu Pratama Jaya dan  memohon kelancaran proses evakuasi yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Sementara itu, situasi di jalur penyeberangan Ketapang- Bali terpantau normal meski cuaca dilaporkan hujan dengan intensitas ringan.

BACA: Tenggelam, KMP Tunu Pratama Jaya Angkut 53 Penumpang dan 12 Kru Kapal

Satpolairud mengimbau seluruh pengguna jasa pelayaran  untuk tetap waspada dan mematuhi navigasi di sekitar area kerja evakuasi bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya

"​Patroli dan pengawasan ketat ini akan terus disiagakan hingga seluruh badan kapal berhasil diangkat ke permukaan secara sempurna,"pungkasnya