Jumat, 13 March 2026 06:09 UTC

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak (kanan) saat diwawancarai, Jumat, 13 Maret 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya - Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur mulai menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu setelah Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Menanggapi kebijakan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama ini telah menyampaikan berbagai laporan dan keluhan terkait operasional SPPG kepada pemerintah pusat.
“Kami selalu menyampaikan komunikasi satu pintu. Keluhan-keluhan di lapangan kami sampaikan melalui grup koordinasi ketua Satgas MBG se-Jawa Timur yang beranggotakan 43 orang,” ujar Emil, Jumat, 13 Maret 2026.
Emil menjelaskan forum tersebut menjadi wadah koordinasi bagi para ketua satgas MBG di berbagai daerah untuk melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, laporan yang masuk mencakup berbagai temuan terkait kualitas layanan dapur MBG, mulai dari persoalan menu makanan hingga standar operasional dapur.
“Laporan itu terkait sejumlah temuan seperti laporan dugaan keracunan makanan hingga persoalan standar harga menu yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas yang diterima penerima manfaat,” jelasnya.
Emil menegaskan seluruh laporan yang diterima dari daerah selalu diteruskan kepada Badan Gizi Nasional agar segera mendapatkan tindak lanjut.
“Kami memang rutin meneruskan laporan tersebut ke BGN. Harapannya tentu ada tindakan tegas agar menjadi pembelajaran dan memberi efek jera,” katanya.
Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mulai mengambil tindakan terhadap sejumlah SPPG yang dinilai belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.
“Penghentian sementara tersebut tidak hanya menyasar unit yang dilaporkan bermasalah, tetapi juga SPPG lain yang memiliki potensi risiko serupa,” jelasnya.
Menurut Emil, evaluasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis agar berjalan lebih baik ke depannya.
“Kami berterima kasih karena BGN sudah mengambil langkah tegas. Harapannya ini menjadi perbaikan bersama agar program berjalan lebih baik,” pungkasnya.
