Logo

Hujan 2 Jam di Lereng Bromo, Dua Kecamatan di Probolinggo Terendam ‎

Reporter:,Editor:

Senin, 09 February 2026 12:00 UTC

Hujan 2 Jam di Lereng Bromo, Dua Kecamatan di Probolinggo Terendam

‎

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Probolinggo. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Bromo selama lebih dari dua jam memicu banjir di dua kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Senin sore, 9 Februari 2026. ‎

‎Air bah dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter hingga satu meter menggenangi permukiman warga. Hingga akhirnya memaksa mereka bersiap mengamankan barang berharga dan mengantisipasi kemungkinan mengungsi.

‎‎Di Kecamatan Tongas, banjir menerjang permukiman warga di Gang Sampo, Desa Bayeman. Puluhan rumah terendam.

‎Kondisi serupa terjadi di Desa Dringu dan Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu yang ikut terdampak banjir.

‎‎Luapan Sungai Kedunggaleng menjadi penyebab utama genangan, setelah sungai tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu yang terus meningkat akibat hujan berkepanjangan.

‎‎Bagi warga Desa Kedungdalem, banjir bukanlah peristiwa baru. Setiap musim penghujan, kawasan ini hampir selalu terdampak.

‎‎Selain berada lebih rendah dari aliran sungai, letak permukiman yang berdekatan dengan pantai membuat air lebih mudah meluap ke area rumah penduduk.

‎‎“Saat hujan deras dari arah atas, kami sudah langsung bersiap. Airnya cepat naik, jadi kami pasang sekat di pintu rumah supaya tidak langsung masuk,” ujar Sri Hanifah, warga Desa Kedungdalem.

‎Warga menyebut, banjir kali ini relatif singkat. Bertepatan dengan kondisi air laut yang sedang surut, genangan di permukiman hanya berlangsung sekitar satu jam sebelum perlahan turun.

‎‎Meski demikian, warga tetap diliputi kekhawatiran jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

‎Pemerintah Kecamatan Dringu mengaku telah melakukan langkah kesiapsiagaan sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

‎Camat Dringu Indah Rohan, mengatakan koordinasi lintas perangkat desa terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi.

‎‎“Kami sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini. Begitu hujan deras turun cukup lama, kami langsung siaga dan saling berkoordinasi melalui pesan WhatsApp untuk memastikan kondisi warga,” kata Indah.

‎Hingga Senin malam, tidak dilaporkan adanya korban jiwa akibat banjir. Namun, warga di wilayah rawan banjir diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan.

‎‎Pasalnya, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan, setidaknya sampai bulan Maret.