Logo

Usai Gempa Utama, Perairan Pacitan Diguncang 19 Kali Gempa Susulan

Tak berpotensi tsunami
Reporter:

Kamis, 05 February 2026 22:30 UTC

Usai Gempa Utama, Perairan Pacitan Diguncang 19 Kali Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 6,4 berpusat di Pacitan terjadi Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Dok: BMKG

JATIMNET.COM, Pacitan – Gempa bumi yang berpusat di wilayah perairan Pacitan ternyata terjadi beberapa kali pada Jumat dini hari hingga pagi pagi, 6 Februari 2026.

Pascagempa dengan magnitude 6,4 pada pukul 01:06:10 WIB, kejadian serupa berulang beberapa menit kemudian. Hanya, saja kekuatannya lebih kecil dibandingkan gempa utama.

Berdasarkan pantauan Jatimnet.com di akun X resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi 19 kali gempa susulan dengan magnitudo antara 2,3 -3,7 mulai pukul 01.11 hingga 05.07 WIB.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan sederet gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Terkait gempa utama yang terjadi, ia menjelaskan berpusat di laut 90 kilometer tenggara Pacitan di kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” ujar Daryono dalam keterangan tertulis.

BACA: Gempa Magnitudo 6,4 di Pacitan Terasa sampai Sleman dan Pasuruan

Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

BMKG mencatat gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Intensitas IV MMI tercatat di Bantul, Sleman, dan Pacitan.

Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara.

Getaran lebih lemah dengan intensitas II MMI dirasakan di Tuban, Jepara, dan Denpasar. BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.