Rabu, 04 February 2026 01:00 UTC

Tim SAR gabungan masih berupaya mencari korban longsor di Desa Pasirlangu, Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat. Foto: Pemprov Jawa Barat
JATIMNET.COM - Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah pada hari kesebelas operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan jumlah korban meninggal yang ditemukan pada Selasa, 3 Februari 2026, sebanyak dua kantong jenazah.
Dengan demikian, sejak hari pertama hingga hari kesebelas operasi SAR, total korban meninggal yang telah dievakuasi sebanyak 85 kantong jenazah.
BACA: 41 Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi
Kantong jenazah itu telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI). Hingga Selasa, 3 Februari 2026, pukul 16.00 WIB, total jenazah yang telah diidentifikasi sebanyak 66 jiwa.
Kondisi cuaca pada operasi SAR hari kesebelas cerah berawan sepanjang hari sehingga pencarian korban longsor berjalan optimal.
Ade mengapresiasi kinerja personil SAR gabungan, baik Basarnas, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemda, BUMN, BUMD, relawan, dan media yang tetap solid hingga hari kesebelas pencarian korban.
BACA: Pakar ITB Ingatkan Bahaya Aliran Lumpur Susulan di Pasirlangu Bandung Barat
"Semangat, soliditas dan disiplin tim tetap terjaga meskipun operasi dilaksanakan dalam durasi panjang dan medan menantang," ucap Ade di Desa Pasirlangu, Selasa, 3 Februari 2026, dikutip dari website berita Pemprov Jawa Barat.
Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara terukur, hati-hati, dan profesional dengan mempertimbangkan situasi dan keselamatan personil SAR gabungan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan akan memberikan bantuan uang mengontrak rumah bagi warga yang berada di zona merah bencana.
BACA: Sedang Latihan, 23 Marinir Tertimbun Longsor di Bandung Barat
Nilai uang kontrak rumah yang bakal diberikan sebesar Rp5 juta per kepala keluarga untuk 50 kepala keluarga.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah memberikan bantuan uang kontrak rumah Rp10 juta per kepala keluarga bagi warga yang terdampak langsung longsor.
Pemda Provinsi Jawa Barat juga mempersiapkan relokasi hunian bagi korban terdampak langsung.
Sementara itu, bagi keluarga korban meninggal dunia, Dedi Mulyadi sudah memberikan uang santunan Rp25 juta.
