Jumat, 30 January 2026 05:00 UTC

Enam dari tujuh pimpinan tinggi pratama dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 30 Januari 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya - Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali bergerak. Sebanyak tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 30 Januari 2026.
Enam dari tujuh pejabat mengikuti pelantikan itu secara langsung. Sementara, M Yasin, pejabat yang dilantik mengikuti acara tersebut secara daring. Sebab, Kepala Bappeda Jatim yang digeser sebagai Kepala BPKAD ini sedang berada di luar Jatim.
Pergantian di BPKAD dilakukan menyusul Kepala BPKAD sebelumnya, Sigit Panoentoen yang memasuki masa persiapan pensiun (MPP). Meski dilantik sebagai Kepala BPKAD, M Yasin masih merangkap sebagai Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Jatim.
Adapun enam pejabat lain yang juga dilantik adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim Nurkholis resmi ditetapkan sebagai Kepala DLH Jatim definitif.
Selain itu, Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Jatim Dydik Rudy Prasetya digeser menjadi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim.
Posisi Kadisbun Jatim selanjutnya akan diisi oleh Pelaksana Tugas, yakni Kepala Dinas Pertanian Jatim Heru Suseno.
Gubernur Khofifah juga melantik Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Jatim Imam Hidayat sebagai Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim. Jabatan Kepala Biro Kesra kemudian diisi oleh Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo.
Sementara itu, Kepala Bakorwil Pamekasan Sufi Agustin digeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim.
Sedangkan Kepala DP3AK Jatim sebelumnya, Tri Wahyuni, dipindahkan untuk mengisi jabatan Kepala Bakorwil Bojonegoro.
Gubernur Khofifah menegaskan, seluruh proses mutasi dan pelantikan pejabat dilakukan dengan menggunakan pendekatan DNA Talent Management yang objektif dan terukur.
“Kami menggunakan DNA Talent yang paling presisi, sehingga tinggal melakukan uji kompetensi. Uji kompetensi ini dipimpin oleh Prof. Nuh, melibatkan akademisi dari Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga, kemudian dari internal ada Sekda dan Kepala BKD,” ujarnya.
Menurutnya, tim uji kompetensi terdiri dari unsur internal dan eksternal Pemprov Jatim untuk menjamin objektivitas penilaian. Dari total tim, dua berasal dari internal Pemprov Jatim dan lima lainnya dari luar lingkungan pemerintahan provinsi.
“Insyaallah semuanya berjalan secara sistematis dan merit system. Dan ini baru putaran pertama,” katanya.
Khofifah menjelaskan, masih terdapat sejumlah jabatan yang saat ini diisi dengan status pelaksana tugas. Selain M Yasin yang merangkap sebagai Plt Kepala Bappeda, Sufi Agustin juga masih menjabat Plt Kepala Bakorwil Pamekasan.
“Nanti kita lihat kembali peta jabatan yang masih kosong, disesuaikan dengan DNA talenta para calon, kemudian diserahkan lagi kepada tim uji kompetensi untuk putaran berikutnya,” ujar Khofifah.
Ia berharap, mutasi dan rotasi pejabat tersebut dapat memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah serta mempercepat pencapaian program prioritas pembangunan Jatim.
