Rabu, 28 January 2026 00:00 UTC

Menu MBG. Foto: sppg_gresikputatlor
JATIMNET.COM – PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk memggelontorkan dana investasi hingga Rp1,14 triliun untuk menyuplai susu Ultra High Temperature (UHT) pada program program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dana investasi sebanyak itu bakal digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi dan penerapan teknologi industri 4.0.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik langkah PT Ultrajaya tersebut. Menurutnya, industri pengolahan susu memang memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk MBG.
“Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Menperin dalam keterangannya dikutip Jatimnet.com, Rabu, 28 Januari 2026.
BACA: Zulhas Tinjau Kampung Bandeng Gresik, Janji Siapkan Tambak Ikan untuk Dukung MBG 2026
Dari sisi investasi, PT PT Ultrajaya telah mengoperasikan pengoperasian pabrik barunya di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025.
Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml yang dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan program MBG. Penambahan lini produksi ini baru direncanakan pada bulan Maret 2026.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika turut menyampaikan bahwa pabrik Ultrajaya juga telah menerapkan teknologi industri 4.0. “Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.
Teknologi yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).
BACA: BGN Larang SPPG dan Pihak Lain Memaksa Sekolah Menerima MBG
Selain itu, pabrik tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration, yang memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.
Terkait dengan pasokan bahan baku susu segar, PT Ultrajaya tengah mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi perah. Selain itu, berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri.
Ke depan, Kemenperin akan terus mendorong PT Ultrajaya untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar dalam negeri dalam rangka memenuhi target program MBG.
