Logo

“Mau Saya Tanam di Rumah”: Ketika Sebuah Melon Menumbuhkan Harapan Regenerasi Petani

Reporter:,Editor:

Minggu, 26 July 2026 10:40 UTC

“Mau Saya Tanam di Rumah”: Ketika Sebuah Melon Menumbuhkan Harapan Regenerasi Petani

Emeraldo memegang melon hasil petikannya saat mengikuti kegiatan petik buah di Petro Agro Expo (PAE) 2026. Dari pengalaman itu, muncul keinginannya untuk menanam melon di rumah. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Jemari kecil Emeraldo Gustian Abdillah tak henti berpindah dari satu buah melon ke buah lainnya. Siswa kelas IV SD asal Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, itu tampak kebingungan menentukan pilihan di antara ribuan melon yang menguning di kebun percobaan PT Petrokimia Gresik.

Sesekali ia mengetuk kulit buah yang masih menempel di batang, lalu menatap sang ibu seolah meminta persetujuan. Senyum lebar tak pernah lepas dari wajahnya. Bagi Emeraldo, memetik buah langsung dari kebun menjadi pengalaman pertama yang tak terlupakan.

"Pingin saya petik semuanya, tapi tidak boleh, hanya dua buah saja. Katanya kasihan yang lain nggak kebagian. Nanti beli benihnya di Petromart, mau saya tanam di rumah," ujarnya polos, Minggu, 26 Juli 2026.

Ucapan sederhana itu terdengar menggemaskan. Di balik kepolosannya, tersimpan harapan besar agar kecintaan terhadap dunia pertanian tumbuh sejak usia dini.

Harapan itulah yang ingin ditumbuhkan PT Petrokimia Gresik melalui Petro Agro Expo (PAE) 2026. Melalui tema Heritage of Agriculture, perusahaan mengajak masyarakat menelusuri perjalanan pertanian Indonesia, mulai dari metode tradisional hingga menuju pertanian modern yang berkelanjutan.

BACA: Gresik United Tunjuk Joko Susilo sebagai Pelatih Kepala, Bidik Promosi ke Liga 2 

Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan sektor pertanian merupakan fondasi pembangunan bangsa. Karena itu, modernisasi pertanian harus berjalan beriringan dengan upaya melahirkan generasi petani baru yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Melalui tema Heritage of Agriculture, kami ingin mengajak masyarakat kembali melihat perjalanan pertanian lokal menuju pertanian modern yang berkelanjutan sebagai pondasi masa depan bangsa yang produktif," katanya saat membuka PAE 2026.

Komitmen tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Petrokimia Gresik juga menjalankan Program Beasiswa Petani Muda bagi 50 siswa sebagai upaya menyiapkan regenerasi petani yang kompeten.

"Regenerasi menjadi tantangan besar karena jumlah petani terus berkurang. Melalui program beasiswa ini kami ingin menyiapkan petani muda yang kompeten sehingga sektor pertanian tetap berkelanjutan," tambah Adityo.

BACA: Bibit Buah Jadi Buruan di Petro Agrifood Expo 2026, Minat Investasi Sektor Pertanian Meningkat 

Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mengajak masyarakat terlibat langsung. Salah satu yang paling menarik perhatian ialah kegiatan petik buah dan sayuran di lahan kebun percobaan. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan tersebut juga mengenalkan aktivitas bercocok tanam melalui pengalaman yang menyenangkan.

Ketua Panitia PAE 2026, Tri Utami, mengatakan konsep petik bersama sengaja dihadirkan agar masyarakat dapat merasakan pengalaman menjadi petani, mulai dari memilih hingga memanen hasil pertanian secara langsung.

"Tujuan kami menumbuhkan semangat pertanian di tengah masyarakat sehingga mampu melahirkan regenerasi petani untuk memajukan pertanian di Indonesia," ujarnya.

Jika tahun lalu hanya menyediakan melon, tahun ini pilihan komoditas semakin beragam. Selain golden melon dan beberapa varietas semangka, pengunjung juga dapat memetik sawi pakcoy, terong, pare, jagung manis, jagung pulut, hingga aneka labu, seperti butternut. Sementara itu, sektor perikanan turut diperkenalkan melalui penjualan ikan patin dan gurami hidup lewat aplikasi Petrofish.

Menurut Tri, kualitas hasil panen yang terjaga dengan harga terjangkau menjadi alasan ribuan pengunjung rela mengantre untuk mengikuti kegiatan petik bersama.

BACA: Sentra IKM Logam Gresik Resmi Beroperasi, Jadi Fasilitas Produksi Bersama dan Tempat Magang Siswa SMK 

"Menurut testimoni pengunjung, harga relatif terjangkau dan kualitas yang kami jaga juga menjadi nilai ketertarikan masyarakat. Apalagi untuk buah dan sayur bisa dipetik langsung. Melon saja jumlahnya kurang lebih dua ribu buah," jelasnya.

Di sudut lain kebun, Diah, warga Kebungson, Kecamatan Gresik, tampak sibuk membantu putrinya memilih sayuran yang siap dipanen. Hampir setiap tahun ia datang ke PAE, bukan sekadar berbelanja, melainkan memberikan pengalaman baru kepada anaknya.

Baginya, memetik hasil panen secara langsung menghadirkan pelajaran yang tidak diperoleh di dalam ruang kelas.

"Menyenangkan bisa bekerja sama dengan anak saya memetik sayuran langsung dari lahan. Rasanya seperti jadi petani beneran," tuturnya.

BACA: Panitia Dalegan Fishing Tournament Diskualifikasi Juara 1, Hadiah dan Trofi Ditarik Kembali 

PAE juga membuka peluang ekonomi bagi petani binaan dan pelaku UMKM. Puluhan tenant memasarkan bibit tanaman, hasil hortikultura, hingga produk pangan dari kelompok binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Petrokimia Gresik.

Salah satu stan yang ramai dikunjungi adalah milik Wahyuni, petani nanas asal Blitar. Pada hari terakhir penyelenggaraan, sebanyak 1.200 buah nanas yang dibawanya habis terjual.

"Sebanyak 1.200 buah nanas habis di hari terakhir ini. Sengaja kami memilih bibit dan pupuk yang baik sehingga buahnya besar dan rasanya manis. Satu buah kami jual Rp10 ribu," katanya.

Selain area petik buah, PAE 2026 juga menghadirkan taman bermain anak, panggung hiburan, serta stan kuliner UMKM binaan Petrokimia Gresik. Perpaduan edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan ekonomi tersebut membuat ribuan pengunjung tidak hanya menikmati hasil pertanian, tetapi juga memahami proses panjang di balik setiap panen.

Siang itu, Emeraldo memang hanya membawa pulang dua buah melon. Namun, pengalaman memetik hasil panen secara langsung diharapkan menjadi awal tumbuhnya kecintaan terhadap dunia pertanian. Melalui pengalaman sederhana seperti itu, regenerasi petani di masa depan diharapkan dapat terus terjaga.