Logo

Bibit Buah Jadi Buruan di Petro Agrifood Expo 2026, Minat Investasi Sektor Pertanian Meningkat

Isu Regenerasi Petani Jadi Sorotan
Reporter:,Editor:

Jumat, 24 July 2026 08:19 UTC

Bibit Buah Jadi Buruan di Petro Agrifood Expo 2026, Minat Investasi Sektor Pertanian Meningkat

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo (belakang) menunjuk pohon Jambu Khiojok di Toko Trubus. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Bibit tanaman buah menjadi salah satu komoditas yang paling diminati pengunjung dalam gelaran Petro Agrifood Expo (PAE) 2026. Tingginya transaksi di berbagai stan memperlihatkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap sektor pertanian yang kini dipandang bukan hanya sebagai aktivitas budidaya, tetapi juga peluang usaha dan investasi jangka panjang.

Salah satu peserta yang merasakan tingginya animo tersebut adalah Toko Trubus. Peserta yang rutin berpartisipasi dalam pameran tahunan Petrokimia Gresik itu mencatat penjualan bibit terus meningkat setiap penyelenggaraan PAE.

Kepala Toko Trubus, Sugiono, mengatakan pihaknya kembali menghadirkan berbagai bibit unggulan hasil cangkok dan sambung batang. Tahun ini, salah satu produk yang dibawa adalah bibit anggur Brasil.

"Kami rutin ikut setiap tahun dengan membawa bibit hasil cangkok dan sambung batang. Tahun ini kami membawa anggur Brasil, dan tadi Pak Bupati membeli bibit jambu air Khiojok," ujar Sugiono, Jumat, 24 Juli 2026.

Di sisi lain, Petrokimia Gresik memanfaatkan penyelenggaraan PAE 2026 sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai perkembangan dunia pertanian nasional. Melalui tema Heritage of Agriculture, perusahaan mengajak masyarakat memahami perjalanan pertanian Indonesia dari praktik tradisional menuju pertanian modern yang mengedepankan inovasi dan teknologi.

BACA: Diduga Jadi Korban Penyalahgunaan Data Pribadi, Warga Kerek Tuban Kaget Punya Tunggakan di PNM Mekaar 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan bangsa. Karena itu, modernisasi pertanian harus dibarengi dengan upaya mencetak generasi petani baru yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Melalui tema Heritage of Agriculture, kami ingin mengajak masyarakat kembali melihat perjalanan pertanian lokal menuju pertanian modern yang berkelanjutan sebagai pondasi masa depan bangsa yang produktif," katanya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi petani, Petrokimia Gresik juga menjalankan Program Beasiswa Petani Muda yang diberikan kepada 50 siswa.

"Regenerasi menjadi tantangan besar karena jumlah petani terus berkurang. Melalui program beasiswa ini kami ingin menyiapkan petani muda yang kompeten sehingga sektor pertanian tetap berkelanjutan," tambah Adityo.

BACA: Sentra IKM Logam Gresik Resmi Beroperasi, Jadi Fasilitas Produksi Bersama dan Tempat Magang Siswa SMK 

Sementara itu, Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Syamsudin, menekankan bahwa pupuk masih menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

"Sekitar 60 persen keberhasilan produktivitas tanaman sangat bergantung pada efisiensi serta ketepatan pemupukan. Tanpa pupuk yang memadai, hasilnya tidak akan optimal," ujarnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai Petro Agrifood Expo 2026 bukan sekadar pameran produk pertanian, tetapi juga menjadi wadah memperkuat ekosistem bisnis agribisnis. Berbagai inovasi pertanian, produk pascapanen, hingga kehadiran UMKM binaan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha di sektor tersebut.

PAE 2026 dibuka untuk masyarakat umum selama tiga hari. Pada hari terakhir penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti kegiatan petik buah dan sayuran langsung dari kebun sebagai bagian dari pengalaman edukatif yang disiapkan panitia.