Rabu, 29 July 2026 09:17 UTC

Ratusan becak beserta pengaruhnya berkumpul di halaman GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik usai mengikuti program Berbagi Berkah Bersama Abang Becak yang digelar PT Petrokimia Gresik. Foto: Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Wajah Supriadi dipenuhi guratan keriput yang seolah merekam perjalanan hidupnya. Di usia 75 tahun, warga Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik, itu masih setia mengayuh becak demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Puluhan tahun Supriadi menjalani profesi sebagai abang becak dengan penuh keikhlasan. Setiap pagi ia berangkat membawa harapan mendapatkan penumpang. Namun, penghasilannya tidak pernah menentu. Dalam sehari ia terkadang memperoleh lebih dari Rp50 ribu, tetapi lebih sering hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu setelah seharian menunggu penumpang.
Meski penghasilannya terbatas, Supriadi mengaku tidak pernah mengeluh. Baginya, bekerja bukan hanya untuk mencari nafkah, tetapi juga menjadi bentuk ibadah sekaligus menjaga harga diri.
Rutinitasnya berubah pada Rabu, 29 Juli 2026. Bersama ratusan abang becak lainnya, Supriadi menghadiri kegiatan Berbagi Berkah Bersama Abang Becak yang diselenggarakan PT Petrokimia Gresik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 perusahaan.
Supriadi mengaku datang tanpa ekspektasi tinggi. Baginya, perhatian yang diberikan perusahaan sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
"Wong seperti kami ini yang penting masih diingat. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk kami," ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Supriadi, bingkisan dan santunan yang diterimanya memang hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan. Namun, perhatian yang diberikan perusahaan akan terus membekas dalam ingatannya.
Santunan Jadi Penyemangat Abang Becak
Kebahagiaan serupa dirasakan Salim (69), abang becak asal Lamongan yang telah sekitar 40 tahun mencari nafkah di kawasan Jalan AKS Tubun, Gresik. Setiap dua pekan sekali ia pulang ke kampung halamannya untuk melepas rindu bersama cucu.
Hari itu, wajah Salim tampak sumringah. Ia menerima santunan sebesar Rp200 ribu, jumlah yang menurutnya jauh lebih besar dibandingkan penghasilan hariannya.
"Alhamdulillah, wonten yotrone kale atos ewuh (ada uangnya dua ratus ribu). Kulo disukani obat kalean vitamin (saya diberi obat dan vitamin)," katanya sambil menunjukkan amplop yang baru diterimanya.
Salim juga bersyukur karena kegiatan tahun ini tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, dan vitamin secara gratis.
"Yotrone niki pun ageng (uang ini sudah besar). Biasane niku ansal tigang doso ewuan (biasanya itu dapat tiga puluh ribuan). Saget tumbas oleh-oleh putu (bisa beli oleh-oleh untuk cucu)," ujarnya.
Bagi Salim, bantuan tersebut bukan sekadar bernilai materi. Ia merasa profesi abang becak masih mendapat perhatian dan penghargaan dari berbagai pihak.
Wujud Kepedulian Sosial Petrokimia Gresik
Melalui kegiatan ini, PT Petrokimia Gresik ingin menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja sektor informal yang menjadi bagian penting dari roda perekonomian daerah.
Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan Fahrurrazi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur perusahaan yang memasuki usia ke-54 sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat, khususnya para abang becak.
"Semoga hari ini kita semua mendapatkan berkah. Kami mohon doa agar PT Petrokimia Gresik terus maju dan bermanfaat bagi semuanya. Semoga tahun depan kita bisa bertemu lagi," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 529 abang becak menerima santunan masing-masing sebesar Rp200 ribu, paket bingkisan, konsumsi, serta layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.
Bagi sebagian orang, bantuan tersebut mungkin hanya bernilai nominal. Namun bagi Supriadi, Salim, dan ratusan abang becak lainnya, perhatian yang hadir di tengah kerasnya perjuangan hidup menjadi bukti bahwa jerih payah mereka masih dihargai dan tidak dilupakan.
