Sabtu, 24 January 2026 06:45 UTC

Kondisi truk engkel muatan beras yang ringsek di bagian body depan akibat menghantam truk tronton. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) KM 831A, tepatnya di wilayah Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Sabtu, 24 Januari 2026. Insiden tersebut melibatkan dua kendaraan besar dan menelan satu korban jiwa.
Peristiwa bermula ketika sebuah truk bermuatan beras menabrak bagian belakang truk tronton yang mengangkut bata ringan. Akibat benturan keras tersebut, kernet truk bermuatan beras meninggal dunia setelah mengalami luka berat.
Kecelakaan ini sempat mengejutkan warga sekitar. Suara benturan keras dari arah jalan tol membuat warga Desa Muneng keluar rumah untuk memastikan sumber suara tersebut.
Berdasarkan keterangan di lapangan, truk bermuatan beras melaju dari arah barat ke timur sebelum menghantam truk tronton yang berada di depannya. Kerasnya tabrakan menyebabkan bagian depan truk bermuatan beras ringsek parah.
BACA: Ulama Madura dan Istrinya Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Paspro
Akibat kecelakaan tersebut, kernet truk beras bernama Rico Prasetyo (20), warga Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, mengalami luka berat hingga kakinya terputus. Korban sempat dievakuasi ke RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, sopir truk bermuatan beras, Amrullohi Lutfi (21), warga Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa truk bermuatan beras bernomor polisi K 9664 ES diduga oleng saat melintas di KM 831A. Kendaraan tersebut kemudian menabrak bagian belakang truk tronton bermuatan bata ringan bernomor polisi EA 8428 SC.
Truk tronton tersebut dikemudikan oleh Juwardin (27), warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia mengaku tidak menyangka kendaraannya ditabrak dari belakang saat melaju normal di jalur kiri.
Polisi saat melakukan olah TKP di Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) KM 831A. Foto: Zulafif
“Saya jalan normal di lajur kiri, tiba-tiba terasa ada benturan keras dari belakang. Saya langsung menepi dan lihat truk di belakang sudah ringsek parah,” ujar Juwardin.
Petugas dari Unit IV Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, termasuk kedua pengemudi.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi truk bermuatan beras yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara.
Aipda Andhi Apriansyah, anggota PJR Unit IV Ditlantas Polda Jawa Timur, menyebut indikasi tersebut menguat berdasarkan temuan di lapangan dan keterangan saksi.
BACA: Commuter Line Surabaya-Probolinggo Bakal Beroperasi 1 Maret 2026
“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, dugaan sementara sopir truk muatan beras mengalami microsleep sehingga tidak sempat mengendalikan kendaraannya dan menabrak truk di depannya,” jelas Andhi.
Ia mengimbau seluruh pengguna jalan tol, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk tidak memaksakan diri saat kelelahan. Menurutnya, berhenti sejenak di rest area jauh lebih aman dibanding melanjutkan perjalanan dalam kondisi mengantuk.
“Apabila merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di rest area terdekat demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Hingga kini, kasus kecelakaan maut tersebut masih ditangani Satlantas Polres Probolinggo Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
