Minggu, 18 January 2026 02:30 UTC

Kondisi permukiman warga di Kabupaten Probolinggo usai terendam banjir, Minggu, 18 Januari 2026. Foto: Zulalif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Warga terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo mengeluhkan belum meratanya bantuan logistik dari pemerintah.
Muyasaro, salah seorang warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih mengungkapkan masih banyak warga yang belum menerima bantuan hingga Minggu pagi, 18 Januari 2026. “Kami butuh makanan siap saji dan air bersih,” katanya.
Bantuan logistik sangat diharapkan warga di Desa Pesisir karena sebagian wilayahnya masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Aktivitas warga juga masih terhambat. Kondisi serupa juga masih berlangsung di Desa Kembar, Kecamatan Sumberasih.
Seperti diketahui, banjir bandang yang menerjang Kabupaten Probolinggo pada Sabtu malam kemarin, merendam wilayah di tujuh kecamatan.
Selain Sumberasih, kecamatan lain yang terdampak banjir adalah Krejengan, Tongas, Maron, Gading, Besuk, dan Kraksaan.
BACA: Tujuh Wilayah Kecamatan Terdampak Banjir Bandang di Probolinggo
Dari beberapa wilayah terdakwa, kondisi genangan air di Dusun Bibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih sudah. Proses pembersihan lumpur tebal yang masuk ke dalam rumah mulai dijalankan warga.
Banjir yang datang secara tiba-tiba membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Yunus, salah seorang korban banjir mengungkapkan bahwa perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, hingga perlengkapan sekolah anak-anak banyak yang rusak akibat terendam air bercampur lumpur.
Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terparah dan datang sangat cepat. Luapan air naik secara cepat, sehingga upaya menyelamatkan barang berharga tak sempat dilakukannya.
"Semua perabot dan barang elektronik rusak. Sekarang yang paling dibutuhkan itu makanan dan air bersih,” ujar Yunus, warga Dusun Bibis.
Sementara itu, guna memastikan keselamatan warganya, Bupati Probolinggo Mohammad Haris langsung meninjau sejumlah lokasi banjir. Salah satunya di Desa Lemah Kembar.
Ia juga menginstruksikan agar bantuan logistik segera disalurkan kepada warga terdampak. Selain itu, agar petugas segera membantu warga membersihkan lumpur di permukiman dengan menerjunkan mobil pemadam kebakaran.
“Saat ini fokus kami memastikan kebutuhan warga bisa terpenuhi, termasuk pendataan apa saja yang mengalami kerusakan akibat banjir ,” ujar Mohammad Haris.
Hingga saat ini, berdasarkan data sementara BPBD setempat, ratusan rumah dilaporkan terendam banjir yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
