Selasa, 03 March 2026 02:00 UTC

Warga sedang menuju ke ruang pelayanan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sampang, Selasa, 3 Maret 2026. Foto: Zainal Abidin.
JATIMNET.COM, Sampang - Dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) milik warga Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang mendadak raib dari rekening.
Uang jaring pengaman sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu diduga ditilap oleh oknum petugas pendamping.
Berdasarkan data yang dihimpun Jatimnet.com, dana Bansos PKH yang hilang itu milik empat keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Tambelangan. Jika ditotal, nilai bantuan itu hampir mencapai Rp100 juta.
Salah seorang warga menyatakan bahwa awalnya tidak mengetahui dirinya terdaftar sebagai KPM PKH. Ia dan warga baru mengetahuinya setelah melakukan pengecekan ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sampang.
BACA: Saldo Bansos PKH Warga Tuban Lenyap Usai Gagal Tarik Tunai di ATM BNI
Setelah dicek ternyata beberapa warga Dusun Pao Baruh Desa Barunggagah tercatat sebagai penerima manfaat bansos PKH. Namun, selama ini warga tidak pernah menerima haknya.
"Setelah buka buku rekening ternyata terdapat sejumlah transaksi penarikan yang tercatat dalam buku rekening PKH. Bahkan, ada sebagian uang yang ditransfer ke rekening atas nama Meidya Eka Yudha," tutur narasumber yang enggan disebut namanya, Selasa, 3 Maret 2026.
Pihaknya sudah berupaya meminta kejelasan terkait permasalahan tersebut kepada petugas pendamping. Namun,tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas.
BACA: Saldo Ratusan Juta Raib, Nasabah Bank Jatim Tuban Diduga Jadi Korban Scamming
Atas dasar itu, kasus dugaan penggelapan dana bansos PKH ini akan dilaporkan ke Polres Sampang. "Karena tidak ada kejelasan dan bentuk pertanggungjawaban. Jadi, warga sepakat untuk melaporkan permasalahan ini ke polisi," katanya.
Sementara itu, Petugas Pendamping PKH Desa Barunggagah, Fitri, saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu-menahu terkait permasalahan tersebut. Sebab, ia baru baru bertugas di Desa Barunggagah pada Oktober 2025.
"Saya masih baru disini (Desa Barunggagah). Mungkin kejadian itu sebelum saya, lebih jelasnya bisa konfirmasi ke petugas pendamping lama," ujar Fitri.
