Logo

‎ Ke Bromo Belum Lengkap Jika Tak Cicipi Durian Lumbang Masak Pohon

Dari Musang King hingga Durian Lokal, Wisatawan Bisa Menikmati Durian Legit Langsung dari Pohonnya
Reporter:,Editor:

Jumat, 23 January 2026 07:00 UTC

‎ Ke Bromo Belum Lengkap Jika Tak Cicipi Durian Lumbang Masak Pohon

‎Proses pemetikan durian di Wisata Agro Petik Durian Lumbang. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Berkunjung ke kawasan Gunung Bromo terasa belum lengkap tanpa mencicipi durian lokal khas Lumbang yang terkenal dengan kualitasnya. Di wilayah ini, wisatawan dapat menikmati pengalaman wisata petik durian langsung dari kebun dengan beragam varietas unggulan.

Salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman tersebut adalah Wisata Agro Petik Durian di Dusun Waturiti, Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang. Lokasi ini menyuguhkan suasana kebun yang asri dan sejuk dengan latar pemandangan pegunungan.

Di area wisata ini, pengunjung bisa berkeliling kebun durian seluas sekitar 2,5 hektare yang ditanami kurang lebih 250 pohon durian dari berbagai varietas, baik durian lokal maupun jenis unggulan dari luar daerah.

Pengelola menyediakan hingga 27 jenis durian yang dapat dinikmati wisatawan, mulai dari Musang King, Bawor, Durian Hitam, Durian Matahari, Durian Sunan, hingga durian lokal khas lereng Bromo.

BACA: Pesona Bromo Semakin Memikat Wisatawan Usai Diguyur Hujan

Pengalaman berwisata semakin menarik ketika pengelola memanen durian matang langsung dari pohon menggunakan tali. Cara panen ini dilakukan untuk menjaga kualitas buah agar tetap utuh dan matang sempurna.

Setiap jenis durian memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari bentuk buah, warna dan tekstur daging, hingga cita rasanya. Wisatawan dapat mencicipi durian berdaging lembut dan creamy, hingga durian bertekstur lebih padat.

Dari sisi rasa, variasi durian yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari manis, manis-pahit, hingga legit dengan cita rasa yang kuat. Keragaman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta durian.

Durian lokal Lumbang menjadi primadona di kawasan wisata ini. Aromanya yang kuat, rasa manis legit, serta daging buah yang tebal membuat durian lokal justru lebih diminati dibanding varietas impor atau durian unggulan yang lebih dulu dikenal luas.

Sejumlah wisatawan asyik menikmati berbagai varian durian yang masak di pohon di kawasan wisata Bromo. Foto: Zulafif

Dengan kualitas tersebut, durian lokal Lumbang kerap menjadi incaran utama wisatawan yang datang, terutama bagi penikmat durian yang mencari cita rasa khas daerah.

Salah satu pengunjung asal Bogor, Ana Suryohadi, mengaku terkesan dengan kualitas durian lokal Lumbang yang menurutnya memiliki cita rasa istimewa.

“Saya sudah sering mencoba berbagai jenis durian, tapi durian lokal Lumbang ini aromanya kuat dan rasanya legit sekali,” ujar Ana, Jumat, 23 Januari 2026.

Selain menawarkan wisata kuliner, pengelola juga mengusung konsep wisata edukasi. Melalui wisata petik durian, pengunjung diajak mengenal berbagai jenis durian, teknik panen yang benar, hingga karakteristik masing-masing varietas.

BACA: Warga Tengger Bersama Relawan Bersihkan Sampah Pasca Yadnya Kasada Bromo

Pemilik Wisata Durian Waturiti, Pungki Purwanto, mengatakan bahwa usaha agrowisata durian ini telah dirintis sejak tahun 2005. Namun, aktivitas wisata sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya makan durian, tapi juga mengenal jenis-jenisnya, cara panen yang benar, dan menikmati suasana kebun," terang Pungki.

Kini, agrowisata durian yang dikelola Pungki Purwanto bersama sang istri, Khayatin, kembali ramai dikunjungi wisatawan, khususnya saat musim durian tiba.

Selain menjadi tujuan wisata kuliner, destinasi ini juga berkembang sebagai alternatif wisata edukasi yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.