Minggu, 18 January 2026 03:00 UTC

Makam Bung Karno di Kota Blitar yang tak pernah sepi pengunjung. Foto: Blitar.go.id
JATIMNET.COM, Blitar – Nama Ir. Soekarno atau Bung Karno abadi dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Hingga kini, semangat, pemikiran, dan kharisma Presiden ke-1 ini masih tetap hidup.
Oleh karena itu, makam Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia tak pernah sepi dari aktivitas peziarah maupun wisatawan. Lokasinya, di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang memiliki daya magnet tinggi. Tingkat kunjungan ke lokasi tersebut memang stabil.
Bahkan, saat libur panjang, seperti pada peringatan Isra Mikraj yang berbarengan akhir pekan, Jumat hingga Minggu, 16 – 18 Januari 2026, makam Bung Karno menjadi jujugan banyak wisatawan.
BACA: Melongok Makam Bung Karno, Destinasi Wisata Sejarah di Blitar
Kedatangan pengunjung tidak sekadar berziarah, tapi juga mengenang jejak perjuangan dan pemikiran Bung Karno dalam perjalanan sejarah bangsa. Untuk memasuki kawasan tersebut, pengunjung hanya dikenakan tarif retribusi sebesar Rp3.000 per orang.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir Bung Karno, kompleks makam ini
juga dikembangkan sebagai kawasan edukatif dan kebudayaan.
Di dalam area tersebut terdapat berbagai fasilitas pendukung, seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, museum, serta Gong Perdamaian yang menjadi simbol nilai persatuan dan perdamaian dunia.
Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut memberikan ruang bagi pengunjung untuk memperdalam pemahamanmengenai sejarah, ideologi, serta kontribusi Bung Karno bagi Indonesia dan dunia internasional.
Maka, kawasan Makam Bung Karno juga kerap menjadi tujuan kunjungan rombongan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas pemerhati sejarah.
Aktivitas ini menjadikan lokasi tersebut tidak hanya sebagai ruang ziarah spiritual, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kebangsaan dan refleksi sejarah.
BACA: Rumah Kelahiran Bung Karno Akan Dijadikan Museum
Keberadaan makam Bung Karno turut berperan dalam mendukung sektor pariwisata daerah Kota Blitar. Keberadaan situs ini juga memperkuat posisi Blitar sebagai salah satu pusat wisata religi dan sejarah.
Hal ini sekaligus menjadi pengingat akan peran sentral Bung Karno dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan jati diri bangsa Indonesia.
“Melalui museum dan fasilitas pendukung di kawasan ini, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai perjuangan kemerdekaan, ideologi Pancasila, serta nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Bung Karno,”jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Tri Iman Prasetyono, Kamis, 15 Januari 2026.
Namun demikian, ia mengungkapkan, dalam pengelolaan kawasan Makam Bung Karno menghadapi tantangan utama, yakni menjaga fungsi sakral sekaligus sebagai destinasi wisata sejarah.
“Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya tata tertib, etika berkunjung, serta kesadaran pengunjung untuk menghormati nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di kawasan ini,”uja Tri Iman.
Elia, salah seorang pengunjung Makam Bung Karno menyatakan bahwa kawasan tersebut relatif bersih dan tertib. “Kami merasa nyaman saat berziarah dan berkunjung. Aksesnya juga mudah,” ujarnya.
Kontributor : Budi Santosa
