Logo

Susur Sungai Ngotok, Alternatif Wisata di TBM Mojokerto

Reporter:,Editor:

Rabu, 04 February 2026 07:44 UTC

Susur Sungai Ngotok, Alternatif Wisata di TBM Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat mencoba susur wisata Sungai Ngontok di kawasan Taman Bahari Lamongan . Foto: Kominfo

JATIMNET.COM, Mojokerto – Alternatif wisata di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto kian beragam.

Yang terbaru, hadirnya wahana susur Sungai Ngontok yang diharapkan mampu menjadi magnet bari bagi warga dan pelancong dari luar daerah untuk berkunjung.

Wahana susur Sungai Ngontok ini telah diperkenalkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui soft launching oleh Wali Kota Ika Puspitasari pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Peluncurannya dirangkai dengan kerja bakti massal dan penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional serta Hari Sejuta Pohon.

Wali Kota Mojokerto menjelaskan bahwa wisata susur Sungai Ngotok merupakan bagian dari pengembangan kawasan TBM sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Mojokerto.

“Uji coba kami lakukan hari ini karena kelayakan untuk operasaional sudah disiapkan. Mulai dari operator yang telah bersertifikat, izin operasional, hingga sarana dan prasarana yang sudah tersedia," terangnya, Rabu, 4 Februari 2026.

Dalam operasionalnya, wisata susur Sungai Ngotok menyediakan tiga pilihan wahana yang dapat dinikmati pengunjung.

Mulai dari perahu tradisional, speedboat, dan jetski. Untuk tarif, wahana jetski dipatok sebesar Rp 200.000, sedangkan speedboat dikenakan biaya Rp 80.000. Sementara itu, perahu tradisional ditetapkan dengan tarif Rp 20.000.

Namun, khusus selama masa uji coba yang berlangsung mulai Januari hingga Maret 2026, tarif perahu tradisional mendapatkan harga khusus sebesar Rp 10.000 untuk satu kali perjalanan pulang-pergi.

Rute perjalanan menyusuri aliran Sungai Ngotok hingga Sungai Brantas dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer dan kembali ke kawasan TBM.

Ning Ita menambahkan, pengembangan wisata susur sungai ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan Taman Bahari Mojopahit.

Apalagi, kawasan tersebut juga telah disiapkan dengan wisata petik jeruk yang akan dibuka saat memasuki masa panen.

"Nanti kalau jeruknya sudah mulai panen, wisatawan bisa sekaligus menikmati wisata petik jeruk di pinggir Kali Ngotok," terangnya.

Dengan hadirnya wahana susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap Taman Bahari Mojopahit mampu menjadi magnet wisata baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.