Logo

Diduga Bunuh Diri, Pemuda di Jatirejo Mojokerto Membusuk di Dalam Rumah

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 March 2026 00:30 UTC

Diduga Bunuh Diri, Pemuda di Jatirejo Mojokerto Membusuk di Dalam Rumah

Jenazah Muhammad Fathoni, 23 tahun yang meninggal karena dugaan gantung diri dievakuasi ambulans PMI Kabupaten Mojokerto untuk disemayamkan di rumah duka, Kamis, 5 Maret 2026.

JATIMNET.COM – Mayat seorang pemuda ditemukan membusuk di dalam rumahnya di Dusun Jasem, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis, 5 Maret 2026.

Saat kali pertama ditemukan oleh pamannya, leher pria lajang berusia 23 tahun itu diketahui terikat tali. Kondisi ini memperkuat dugaan penyebab kematian pemuda itu akibat bunuh diri.

"Kondisi korban sudah meninggal dunia dengan posisi gantung diri di ruang tengah rumahnya," ujar Kapolsek Jatirejo AKP Agus Setiawan ditemui di lokasi kejadian.

Temuan mayat ini bermula dari niat saksi untuk menjenguk keponakannya yang sudah beberapa hari tidak menampakkan diri. Begitu mendekati rumah korban yang tinggal seorang diri, saksi mulai mencium aroma busuk.

Bau tersebut semakin menyengat. Saat pintu rumah dibuka, ternyata korban diketahui sudah tidak bernyawa.

Penemuan mayat tersebut akhirnya disampaikan pihak perangkat desa kepada petugas Polsek Jatirejo sekitar pukul 15.00. Diperkirakan, korban telah tewas sekitar 15 hari lalu.

"Menurut keterangan dari keluarga sudah tidak bertemu dengan korban kurang lebih sejak awal puasa," tandas dia.

Guna memastikan penyebab kematian korban, Tim Inafis Polres Mojokerto bersama Polsek Jatirejo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Hasil identifikasi sementara, diduga korban meninggal dunia karena bunuh diri.

Hal tersebut juga diperkuat dengan keterangan keluarga yang menyebutkan bahwa Fathoni memiliki riwayat depresi. "Korban agak depresi, kalau diajak omong ngelantur," tutur Agus.

Malam tadi, jenazah korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat. Itu setelah pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut dan tak menghendaki korban untuk dilakukan autopsi.

"Tidak ada tanda kekerasan dan barang-barang berharga juga tidak ada yang hilang," pungkas Kapolsek Jatirejo.