Logo

Tiba dari Tanah Suci, Dua Jemaah Haji Madiun Jalani Perawatan di RSUD

Reporter:

Minggu, 07 June 2026 10:00 UTC

Tiba dari Tanah Suci, Dua Jemaah Haji Madiun Jalani Perawatan di RSUD

Para jemaah haji tiba di Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun dengan disambut Bupati dan Wakil Bupati Madiun, Minggu, 7 Juni 2026. Foto: Pemkab Madiun

JATIMNET.COM, Madiun – Di tengah rasa syukur atas kepulangan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Madiun dari Tanah Suci, dua orang jemaah masih harus menjalani perawatan medis setibanya di tanah air.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa mengatakan bahwa dua jemaah tersebut merupakan bagian dari Kloter 24 dan 25 yang tiba di Kabupaten Madiun pada Minggu, 7 Juni 2026..

“Untuk Kloter 24 dan 25 terdapat dua orang jemaah yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Dungus dan RSUD Caruban. Kami terus memantau kondisi keduanya agar segera pulih,” ujarnya.

Meski demikian, secara umum proses kepulangan jemaah haji Kabupaten Madiun berjalan lancar. Sebanyak 374 jemaah dari Kloter 24 dan 77 jemaah dari Kloter 25 telah kembali ke daerah asal dan disambut Pemerintah Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Djumeno Caruban.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jemaah haji dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

Menurutnya, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi para jemaah selama menjalankan ibadah haji melalui laporan dari panitia dan petugas haji.

“Memang ada beberapa jemaah yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, berkat penanganan panitia dan petugas di Makkah maupun Madinah, semuanya dapat diatasi dengan baik sehingga para jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” kata Hari.

Ia menilai kondisi kesehatan menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi jemaah haji. Sebab, rangkaian ibadah yang padat dan membutuhkan kesiapan fisik yang baik, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Karena itu, bupati berpesan kepada warga yang berencana menunaikan ibadah haji agar mempersiapkan diri secara spiritual maupun fisik sejak dini.

“Menunaikan ibadah haji membutuhkan kesabaran. Yang terpenting adalah meluruskan niat dan mengikhlaskannya karena ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Hari Wur, sapaan akrabnya, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah mendampingi dan memberikan pelayanan kepada para jemaah selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Kementerian Agama setempat memastikan terus memantau kondisi dua jemaah yang menjalani perawatan hingga dinyatakan pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Sementara itu, kepulangan jemaah haji Kabupaten Madiun akan terus berlangsung sesuai jadwal kloter yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah berharap seluruh jemaah dapat menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat.