Logo

Warga Diajak Selamatkan Sejarah, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Arsip Foto Kuno

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 February 2026 07:00 UTC

Warga Diajak Selamatkan Sejarah, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Arsip Foto Kuno

Pemkot Probolinggo mengajak masyarakat berpartisipasi menyelamatkan arsip foto bernilai sejarah. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo mengajak masyarakat berperan aktif dalam menyelamatkan arsip sejarah melalui penyelenggaraan kembali lomba arsip foto kuno yang sempat terhenti selama lebih dari dua dekade.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Akuisisi Arsip Masyarakat yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Probolinggo di Puri Manggala Bhakti, Jumat, 6 Februari 2026.

Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk tidak lagi menyimpan arsip foto lama secara tertutup di rumah, tetapi menjadikannya bagian dari memori kolektif kota yang dapat diakses dan dipelajari oleh publik.

Sekretaris Dispersip Kota Probolinggo, Yoyok Imam, menyampaikan bahwa arsip pribadi milik warga memiliki nilai sejarah yang sama pentingnya dengan arsip pemerintah.

BACA: Gelar Demonstrasi di DPRD Kabupaten Probolinggo, Ini Tuntutan PMII

“Memang tugas kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk menggali informasi-informasi historis perjalanan Kota Probolinggo mulai dari pascakemerdekaan hingga saat ini,” terang Yoyok.

Ia menegaskan bahwa foto lama bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan sumber informasi sejarah yang merekam perubahan sosial, budaya, dan ruang kota dari waktu ke waktu.

Lomba arsip foto kuno terakhir kali digelar pada 2005. Selama 21 tahun, banyak peristiwa penting kota yang terekam dalam arsip keluarga, namun belum terdokumentasi secara resmi.

“Terakhir kali lomba ini dilaksanakan pada tahun 2005, artinya selama 21 tahun tentu banyak perubahan yang terjadi,” ungkapnya.

BACA: Pemkot Probolinggo Hidupkan Lomba Foto Kuno, Dorong Wisata Sejarah Berbasis Arsip

Lomba terbuka untuk umum dengan tema “Lensa Masa Lalu Menembus Ruang dan Waktu”. Foto-foto yang dilombakan diharapkan menggambarkan kehidupan masyarakat, bangunan lama, pasar tradisional, sarana transportasi, hingga tradisi lokal yang kini mulai berubah.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Probolinggo, Agus Efendy, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga sejarah kota.

“Kota Probolinggo memiliki rekam jejak sejarah yang panjang. Namun sering kali potongan sejarah itu tercecer di lemari-lemari tua, tersimpan dalam dokumen keluarga, atau bahkan nyaris terlupakan,” paparnya.

Menurutnya, satu lembar foto lama mampu merekam peristiwa penting yang sangat berharga bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, pemerintah membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya.

Pemkot Probolinggo menyiapkan hadiah total Rp25 juta untuk enam pemenang. Hasil lomba nantinya akan menjadi bagian dari khazanah arsip daerah yang dimanfaatkan untuk edukasi sejarah dan penguatan identitas kota secara berkelanjutan.