Minggu, 08 February 2026 10:30 UTC

Foto bersama pemateri, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Sumardi dan para peserta. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur bersama anggota DPRD Jawa Timur kembali menggelar sarasehan bertema Menanam Nilai Kearifan Lokal di Era Digital untuk Anak Cerdas dan Berkarakter. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah masifnya perkembangan teknologi digital.
Sarasehan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026, di Hotel Royal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Fatayat NU Kabupaten Jombang yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Melalui forum ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun karakter anak berbasis nilai-nilai lokal, sekaligus meningkatkan literasi digital agar keluarga mampu menjadi benteng pertama dalam menghadapi tantangan era digital.
BACA: Pasca Digeledah Kejati Jatim, KBS Pastikan Anggaran Pakan Satwa Aman
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Sumardi, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kehadiran para narasumber bertujuan memberikan wawasan kepada peserta agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Ibu-ibu semuanya, selamat menikmati nuansa dingin Trawas dan kami menghadirkan narasumber dosen yang berpengalaman,” ujar Sumardi.
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Sumardi saat berbicara di hadapan para peserta. Foto: Hasan
Narasumber pertama, Oemi Noer Qomariyah, dosen Universitas PGRI Jombang, menyampaikan materi bertajuk Keluarga Jadi Kunci Penanaman Kearifan Lokal di Era Digital. Ia menyoroti semakin berkurangnya interaksi langsung dalam keluarga akibat dominasi penggunaan gawai.
“Tidak ada lagi waktu ngobrol atau makan bersama. Anak lebih nyaman berinteraksi dengan teman online daripada keluarga,” ungkapnya.
Pemateri kedua, Anom Antono, memaparkan materi tentang Sinergi Masyarakat Dorong Anak Cerdas dan Berkarakter di Era Digital. Ia menjelaskan bahwa media sosial kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencari informasi, hiburan, hingga kegiatan keagamaan secara daring.
“Namun muncul kekhawatiran yakni kecanduan anak, banjir informasi, dan waktu yang tergerus tanpa sadar,” katanya.
BACA: Sambangi Korban Puting Beliung Mojokerto, Sumardi Tekankan Semangat Gotong Royong
Memasuki hari kedua, Muhammad Hambali tampil sebagai pemateri terakhir dengan materi bertema Cerdig–Cerdas Digital (Sekolah Perkuat Karakter Anak Berbasis Kearifan Lokal). Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam membangun karakter anak di tengah pesatnya arus digitalisasi.
Hambali memaparkan data terbaru yang menunjukkan tingginya tingkat penggunaan media sosial di Indonesia. Pada awal 2026, jumlah pengguna media sosial mencapai 180 juta orang atau sekitar 62,9 persen dari total populasi.
Berdasarkan laporan We Are Social, angka tersebut tumbuh 26 persen secara tahunan, dengan WhatsApp, TikTok, dan Instagram menjadi platform yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia.
“Orang Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 21 jam 50 menit per minggu di media sosial,” tandasnya.
