Jumat, 14 August 2026 11:48 UTC

Petugas melakukan pembasahan dan pendinginan di titik panas lahan hutan TNBTS. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selama 11 hari akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kini memastikan tidak ada lagi titik api atau fire spot di sejumlah lokasi yang sebelumnya terbakar.
Meski api utama telah padam, petugas belum menghentikan penanganan. Sebanyak delapan titik panas atau hot spot masih terpantau di kawasan TNBTS dan berpotensi kembali menjadi sumber kebakaran jika tidak segera didinginkan.
Petugas melakukan pemantauan udara di sejumlah area terdampak, termasuk Bukit Kingkong dan Puncak 30 di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Dari pemantauan tersebut, petugas tidak menemukan lagi kobaran api di kedua lokasi tersebut.
Danrem 083 sekaligus Dansektor Penanganan Karhutla, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menilai kondisi tersebut sebagai perkembangan positif dalam penanganan Karhutla TNBTS.
“Meski sudah tidak ditemukan titik api, kami tetap melakukan pemantauan terhadap delapan hot spot yang ada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Wahyu, Jumat, 14 Agustus 2026.
BACA: Karhutla TNBTS Tembus 900 Hektare, Tiga Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing
Delapan hot spot tersebut tersebar di dua wilayah. Dua titik berada di Kabupaten Probolinggo, sedangkan enam titik lainnya terdeteksi di Kabupaten Pasuruan.
Wahyu menjelaskan, petugas tetap mewaspadai titik panas karena kondisi tersebut dapat berkembang menjadi fire spot apabila tidak segera ditangani.
Untuk mencegah munculnya kembali api, petugas melakukan pendinginan dan pembasahan pada area yang masih memiliki suhu tinggi.
“Petugas terus melakukan upaya pendinginan dan pembasahan di titik-titik hot spot agar tidak kembali menjadi fire spot,” katanya.
BACA: Karhutla TNBTS Meluas, Cak Sumardi Minta Helikopter Water Bombing Ditambah
Petugas melakukan proses pendinginan melalui jalur darat dengan menyemprotkan air ke lokasi yang masih terindikasi memiliki titik panas. Selain itu, helikopter tetap dikerahkan untuk melakukan water bombing atau penyiraman dari udara.
Pemantauan dari udara juga terus dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru di kawasan TNBTS.
Karhutla TNBTS selama 11 hari tercatat membakar sekitar 1.120 hektare kawasan. Kebakaran tersebut merusak berbagai jenis vegetasi, mulai dari cemara gunung, mentigi atau metigi, akasia, edelweiss, semak belukar hingga rerumputan di kawasan padang savana.
Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas kini memusatkan penanganan pada upaya mencegah munculnya kembali bara api. Pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan di sejumlah lokasi untuk memastikan Karhutla TNBTS tidak kembali meluas.
