Sabtu, 15 August 2026 08:01 UTC

Kondisi SPPG Mojokerto Puri Medali di Desa Medali, Kecamatan Puri usai ledakan, Jumat, 14 Agustus 2026. Foto: Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto — Ledakan terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis malam, 13 Agustus 2026. Insiden tersebut menyebabkan lima orang terluka dan merusak sejumlah bagian bangunan.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab ledakan. Namun, pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi mengarah pada dugaan adanya masalah pada sistem gas yang digunakan di dapur SPPG.
“Kita sudah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan. Kita tunggu hasil dari penyelidikan. Namun informasi awal, ledakan itu diduga karena permasalahan gas,” kata Andi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Polisi menemukan informasi bahwa aktivitas perbaikan berlangsung di area dapur sebelum ledakan. Sejumlah saksi juga mengaku mendengar suara gas keluar sebelum ledakan terjadi.
“Beberapa saksi mengatakan jika ada perbaikan. Dalam proses itu sempat terdengar suara gas keluar dan tidak lama kemudian terjadi ledakan. Namun untuk detailnya kita menunggu hasil penyelidikan,” jelasnya.
Andi menjelaskan, perangkat gas di dapur SPPG berbeda dengan tabung LPG rumah tangga yang biasa digunakan masyarakat. SPPG menggunakan sistem khusus untuk menunjang aktivitas memasak dalam jumlah besar.
“Untuk tabung yang meledak bukan LPG seperti pada umumnya. Kalau memasak dalam porsi besar ada struktur khusus, bahkan peralatannya ada standar tertentu, semacam ada SNI sendiri,” ungkapnya.
Atap dan Kanopi SPPG Ambruk
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB ketika aktivitas di dapur masih berlangsung. Kekuatan ledakan membuat bagian atap dan kanopi bangunan milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group rusak hingga ambruk.
Material bangunan yang runtuh juga menimpa sebuah mobil di sekitar lokasi. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawa mereka ke RS Islam Sakinah serta RS Gatoel untuk mendapatkan penanganan medis.
BACA: Ledakan SPPG di Mojokerto, Begini Kesaksian Korban
Lima orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Tiga korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan sekitar 40 hingga 90 persen. Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.
“Sejauh ini tidak ada korban jiwa, cuma ada korban luka,” tegas Andi.
Kepala SPPG Medali Geroldy Larung Kondo mengungkapkan, dirinya sempat menegur teknisi yang melakukan pembenahan pada bagian sistem gas sebelum ledakan.
Menurut Geroldy, teknisi tersebut saat itu tengah merokok ketika melakukan pekerjaan. Ia mengaku langsung mengingatkan teknisi tersebut mengenai potensi bahaya.
“Pak, kok rokokan? Aman, Mas? Nanti kalau ada apa-apa saya tanggung sendiri,” ujar Geroldy menirukan percakapannya dengan teknisi tersebut.
Tidak lama setelah aktivitas perbaikan berlangsung, ledakan terjadi dan membuat bagian dapur mengalami kerusakan. Petugas gabungan langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban, mengamankan area, dan melakukan pemeriksaan awal.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk aktivitas perbaikan sebelum ledakan, kondisi perangkat gas, serta lokasi yang diduga menjadi titik awal ledakan.
Hasil penyelidikan kepolisian nantinya akan menentukan penyebab pasti ledakan di dapur SPPG Mojokerto Puri Medali.
