Logo

Ledakan SPPG di Mojokerto, Begini Kesaksian Korban

Reporter:,Editor:

Jumat, 14 August 2026 06:30 UTC

Ledakan SPPG di Mojokerto, Begini Kesaksian Korban

Kondisi SPPG Mojokerto Puri Medali di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pascaledakan pada Kamis malam, 13 Agustus 2026.Foto: Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Suara ledakan keras seketika memecah aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis malam, 13 Agustus 2026.

Bahkan, Robiatul Adawiyah, salah seorang korban selamat mengaku tubuhnya terpental hingga sekitar dua meter akibat ledakan tersebut.

Sesaat sebelum kejadian atau sekitar pukul 20.30 WIB, Robiatul bersama seorang relawan lain di SPPG itu tengah memetik selada di salah satu ruangan.

Saat bersamaan, seorang teknisi sedang melakukan perawatan tabung gas sebagai bahan bakar memasak. Aktivitas itu berlangsung di ruangan yang berjarak sekitar empat meter dari lokasi Robiatul bekerja.

“Waktu itu saya sedang memetik selada bersama teman. Ruangan kami sebelah area gas. Sebelumnya memang sudah diingatkan kalau gasnya masih dibuang (sebagai upaya perawatan tabung). Tapi, tiba-tiba terdengar suara keras, kemudian api muncul dan saya seperti terdorong,” jelasnya.

Ledakan membuat tubuhnya terpental. Saat berusaha menyelamatkan diri, Robiatul kembali terbentur setelah bagian atap di depannya roboh.

“Rasanya seperti didorong api dari belakang. Saya mau lari, tapi atap sudah roboh di depan. Punggung juga kena. Teman saya langsung menarik, ‘Ayo keluar, ayo keluar’,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Robiatul mengalami cedera pada bagian pinggang serta lebam dan benjolan di belakang kepala. Bagian kepalanya sempat diperban setelah insiden.

Robiatul mengatakan, persoalan pada sistem gas di SPPG tersebut bukan kali pertama terjadi. Sehari sebelum ledakan, Rabu, 12 Agustus 2026, gas sempat membeku hingga menyebabkan kompor mati saat proses memasak.

Teknisi kemudian dipanggil untuk menangani kendala tersebut. Namun, Robiatul menyebut ledakan besar seperti yang terjadi pada Kamis malam merupakan kejadian pertama selama dirinya bekerja di SPPG Medali.

“Sebelumnya memang pernah ada kendala gas, tetapi kalau sampai terjadi ledakan seperti ini baru pertama kali,” ungkapnya.

Robiatul telah bekerja di SPPG tersebut sejak mulai beroperasi pada September 2025. Selama hampir setahun bekerja, ia mengaku belum pernah mengalami insiden serupa.

Pascaledakan, aktivitas di SPPG dihentikan sementara. Penghentian dilakukan hingga penyebab pasti kejadian diketahui dan kondisi instalasi dinyatakan aman.

Robiatul berharap seluruh korban segera pulih. Ia juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi gas dilakukan sebelum aktivitas SPPG kembali berjalan.

“Saya berharap kondisi semua korban segera pulih dan persoalan teknis di lokasi benar-benar diperiksa sebelum aktivitas kembali berjalan,” pungkasnya.