Logo

Asyik Bermain di Sungai, Dua Bocah di Probolinggo Tenggelam Terseret Arus Deras

Satu Meninggal, Korban Lain Masih Belum Ditemukan
Reporter:,Editor:

Sabtu, 21 February 2026 10:23 UTC

Asyik Bermain di Sungai, Dua Bocah di Probolinggo Tenggelam Terseret Arus Deras

Warga berkerumun di Jembatan Randumerak, Paiton, Probolinggo untuk menyaksikan proses pencarian bocah yang terseret arus sungai. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Dua anak perempuan di Kabupaten Probolinggo terseret arus Sungai Pancarglagas saat bermain di tepi sungai, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Sabtu, 21 Februari 2026.

Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Kedua korban diketahui bernama Aurora Nafiza Firdausi (9) dan Aura Firza Farzana (10), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton. Peristiwa tragis itu terjadi ketika keduanya bermain bersama dua teman lainnya di bantaran sungai.

Menurut keterangan warga sekitar, keempat anak tersebut awalnya bermain pasir di tepi sungai. Namun, Nafiza dan Firza kemudian memutuskan untuk mandi di sungai yang saat itu debit airnya sedang tinggi.

Arus Sungai Pancarglagas yang deras diduga langsung menyeret keduanya hingga tenggelam. Warga yang mengetahui kejadian itu segera melakukan pencarian.

BACA: Musim Hujan Datang, Keong Emas Hancurkan Padi Petani di Kota Probolinggo

Nafiza ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal mereka bermain. Jasadnya ditemukan di dekat Jembatan Randumerak, mendekati muara sungai, lalu dibawa ke puskesmas setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Firza hingga kini belum ditemukan dan masih dinyatakan hilang.

"Kondisi air sungai memang sedang besar, bahkan semalam sempat diterjang banjir," ungkap Mashuri, warga sekitar, Sabtu, 21 Februari 2026.

Mashuri menjelaskan, korban Nafiza ditemukan tidak jauh dari jembatan di Desa Randumerak. Warga bersama petugas langsung mengevakuasi jasad korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Untuk korban Firzha masih tenggelam dan belum ditemukan," terang Mashuri.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, menyatakan pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang.

BACA: Ribuan Pengendara di Jember Kedapatan Tak Pakai Helm, Polisi: Risiko Bisa Terjadi Kapan Saja

Ia mengatakan, BPBD telah berkoordinasi dengan Basarnas guna mempercepat proses pencarian di sepanjang aliran Sungai Pancarglagas.

"Rencananya bakal mengerahkan satu perahu karet, untuk mempermudah proses pencarian korban tenggelam," terang Oemar.

Oemar menambahkan, operasi pencarian akan dilakukan selama lima hingga tujuh hari ke depan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus sungai di lokasi kejadian.