Sabtu, 21 February 2026 05:20 UTC

KBO Satlantas Polres Jember Ipda Firmansyah. Foto: Faizin Adi
JATIMNET.COM - Pelanggaran tidak memakai helm menjadi temuan terbanyak dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Kabupaten Jember. Satlantas Polres Jember menilai rendahnya kesadaran pengendara masih menjadi persoalan utama dalam keselamatan berlalu lintas.
Selama 14 hari operasi, petugas menemukan ribuan pelanggaran. Sebagian besar pengendara kedapatan tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, dan melawan arus.
“Dari 269 itu rata-rata pelanggar tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan helm, dan melawan arus,” ujar KBO Satlantas Polres Jember Ipda Firmansyah, Jumat, 20 Februari 2026.
BACA: Dugaan Korsleting Picu Kebakaran Motor Warga asal Bondowoso, Damkar Jember Bergerak Cepat
Ipda Firmansyah menjelaskan, berbagai faktor memicu pelanggaran helm. Pengendara sering beralasan jarak tempuh dekat, sedang terburu-buru, atau merasa aman karena berkendara di dalam kota.
Ia menilai persepsi tersebut keliru dan berbahaya. Risiko kecelakaan, kata dia, dapat terjadi kapan saja tanpa memandang jarak perjalanan.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap jarak dekat tidak perlu helm. Padahal risiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Helm itu untuk keselamatan pengendara sendiri,” tegasnya.
BACA: 14 Hari Operasi di Jember, 8.830 Pelanggaran Terekam ETLE, Ratusan Pengendara Sudah Ditilang
Satlantas Polres Jember terus mengedukasi masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas. Petugas mendorong penggunaan helm standar, sabuk pengaman, serta kelengkapan kendaraan demi menekan potensi kecelakaan.
Polisi berharap momentum Operasi Keselamatan Semeru 2026 mampu membangun budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat di Jember.
