Logo

14 Hari Operasi di Jember, 8.830 Pelanggaran Terekam ETLE, Ratusan Pengendara Sudah Ditilang

Reporter:

Jumat, 20 February 2026 03:24 UTC

14 Hari Operasi di Jember, 8.830 Pelanggaran Terekam ETLE, Ratusan Pengendara Sudah Ditilang

KBO Satlantas Polres Jember Ipda Firmansyah. Foto: Faizin Adi

JATIMNET.COM - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember merekam 8.830 pelanggaran selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung pada 2–15 Februari 2026. Mayoritas pelanggaran terdeteksi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Petugas mengedepankan penindakan berbasis teknologi guna memastikan proses hukum berjalan objektif dan transparan. Dari ribuan pelanggaran yang tercapture, sebanyak 1.920 kasus telah tervalidasi dan 1.899 surat konfirmasi sudah dikirimkan kepada pelanggar.

“Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, untuk ETLE statis tercapture sekitar 8.830 pelanggar. Dari jumlah itu, yang sudah tervalidasi sebanyak 1.920 pelanggaran dan yang sudah terkirim surat konfirmasi sebanyak 1.899,” ujar KBO Satlantas Polres Jember Ipda Firmansyah, Jumat, 20 Februari 2026. 

BACA: Luapan Sungai Picu Banjir Hingga Dua Meter, Tim Gabungan Evakuasi Warga Prioritas di Rambipuji

Satlantas Polres Jember saat ini mengoperasikan satu ETLE statis dan dua ETLE dinamis yang bergerak di lapangan. Dari total surat konfirmasi yang dikirim, sebanyak 269 pelanggaran telah berproses menjadi tilang.

“Dari 269 itu rata-rata pelanggar tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan helm, dan melawan arus,” jelasnya.

Selain ETLE, petugas juga melakukan penindakan manual sebanyak 22 kasus. Pelanggaran tersebut umumnya terkait kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan penggunaan knalpot brong.

BACA: Ribuan Pengendara di Jember Kedapatan Tak Pakai Helm, Polisi: Risiko Bisa Terjadi Kapan Saja

Satlantas juga menggelar operasi gabungan (OPSGAM) pada 4 dan 11 Februari 2026. Pada OPSGAM pertama, petugas memberikan 173 teguran dan mencatat 36 pelanggaran melalui ETLE mobil. Sementara OPSGAM kedua menghasilkan 116 teguran, tiga tilang manual, serta empat tilang ETLE.

Ipda Firmansyah menegaskan, penerapan ETLE bertujuan membangun disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Jember.