Jumat, 13 February 2026 00:00 UTC

Tim gabungan mengevakuasi warga Jember yang terdampak banjir usai hujan seharian mengguyur, Jumat, 13 Februari 2026. Foto: BPBD Jember
JATIMNET.COM, Jember – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu hingga hilir Jember sejak Kamis siang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga pada Jumat dini hari. Luapan air memperparah kondisi di sejumlah kawasan, terutama Dusun Curah Ancar dan wilayah Nogosari di Kecamatan Rambipuji.
Pertemuan arus sungai mempercepat kenaikan debit air hingga mencapai ketinggian dada orang dewasa di beberapa titik. Di sektor lain, genangan bahkan melebihi dua meter sehingga membahayakan keselamatan warga yang masih bertahan di rumah.
“Yang paling parah sekarang ini di Curah Ancar. Di satu sektor ketinggian air sekitar dada orang dewasa atau kurang lebih 160 sentimeter. Di sektor lain, seperti wilayah Nogosari, lebih dari dua meter. Orang dewasa bisa tenggelam,” ungkap Edy.
BACA: Dugaan Korsleting Picu Kebakaran Motor Warga asal Bondowoso, Damkar Jember Bergerak Cepat
Tim gabungan segera mengerahkan tiga perahu karet untuk mengevakuasi warga. Perahu ditempatkan di Curah Ancar, Curahmalang, serta Nogosari guna menjangkau kawasan terdampak yang sulit diakses. Petugas memprioritaskan evakuasi lansia, perempuan, anak-anak, serta warga sakit, termasuk seorang penderita stroke yang langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Sebanyak 299 jiwa kini mengungsi di sejumlah titik aman seperti Masjid Nurul Iman Curah Ancar, balai desa, dan rumah warga. Dapur umum mandiri telah berdiri di beberapa lokasi dengan dukungan logistik berupa makanan siap saji serta kebutuhan pokok.
BACA: Ribuan KK Terdampak Banjir Jember, Rambipuji Paling Parah dan Ratusan Warga Mengungsi
“Hari ini betul-betul kita ekstra siaga. Kita mengupayakan membantu mengevakuasi warga agar selamat. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka,” tegas Edy.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah, relawan, aparat keamanan, serta tenaga kemanusiaan masih melakukan pemantauan dan penanganan. Proses pendataan kerusakan infrastruktur dan kerugian warga masih terus berlangsung seiring perkembangan kondisi di lapangan.
