Jumat, 20 February 2026 08:36 UTC

Petani di Kota Probolinggo saat menunjukkan keong sawah yang merupakan hama di sawah mereka. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Serangan hama keong sawah semakin mengancam lahan pertanian di Kota Probolinggo. Dalam beberapa bulan terakhir, petani mengeluhkan rusaknya tanaman padi yang baru ditanam akibat serangan keong emas, terutama saat tanaman memasuki fase awal pertumbuhan.
Memasuki musim hujan, populasi keong sawah meningkat tajam. Hama tersebut menyerang lahan pertanian hingga mencapai hektaran sawah, termasuk di wilayah Kelurahan Kanigaran. Kondisi ini membuat petani khawatir terhadap potensi gagal panen.
Tanaman padi muda menjadi target utama karena batangnya masih lunak dan mudah dipotong. Keong emas yang memiliki nama ilmiah Pila ampullacea ini menyerang dengan cara memakan dan memotong pangkal batang padi hingga tanaman mati.
Dalam serangan berat, petani menyebut tanaman yang baru ditanam bisa habis hanya dalam semalam. Hama ini diduga masuk ke area persawahan melalui aliran irigasi, kemudian berkembang biak dengan cepat dengan bertelur di sekitar genangan air.
Petani di Kota Probolinggo kewalahan dalam mengatasi penyebaran keong sawah yang merupakan hama dan ancaman bagi sawah mereka. Foto: Zulafif
Petani telah berupaya menekan populasi hama dengan berbagai cara. Mereka memungut keong secara manual setiap hari dan menggunakan pestisida untuk mengurangi serangan. Namun, langkah tersebut belum mampu mengendalikan penyebaran keong secara maksimal.
Holili, petani asal Kelurahan Kanigaran, mengaku serangan hama terjadi hampir merata di wilayahnya.
“Serangannya hampir merata. Bukan hanya padi, tanaman bawang juga ikut terdampak. Kalau tidak segera ditangani, hasil panen bisa turun drastis,” kata Holili, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menambahkan, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat pembasmi keong. Kondisi itu semakin memberatkan karena harga jual hasil panen belum tentu stabil.
"Kalau seperti ini terus-terusan, bisa merugi karena harus keluar biaya tambahan untuk beli obat pembasmi keong. Belum lagi kalo harga jual padi menjadi murah," keluhnya.
BACA: Pinjamkan Nama untuk Kredit Motor Orang Lain, 4 Perempuan Divonis Penjara oleh PN Surabaya
Para petani berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta adanya pengendalian hama yang lebih terpadu dan berkelanjutan agar serangan keong sawah tidak terus berulang.
Jika tidak segera diatasi, serangan hama ini dikhawatirkan akan menekan produksi pertanian dan berdampak pada ketahanan pangan di Kota Probolinggo.
