Jumat, 20 February 2026 06:00 UTC

Tangkapan layar rekaman CCTV saat kelompok pemuda diduga gangster menyerang remaja yang membangunkan sahur. Foto: Warga.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Suasana gugah sahur yang dijalankan oleh sejumlah remaja di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto mendadak mencekam.
Saat mereka membangunkan warga untuk sahur, Jumat dini hari, 20 Februari 2026, ada sekelompok pemuda tiba-tiba menyerangnya. Kelompok penyerang ini membawa senjata tajam yang membuat para remaja ketakutan hingga melarikan diri.
Takmir Masjid Al-Azhar Desa Kembangsri, Wiyan mengatakan bahwa sekitar pukul 02.30 WIB, sejumlah remaja tengah berjalan sembari memukuk-mukul kentongan untuk membangunkan warga.
Mereka naik sepeda yang melaju dari arah utara ke selatan. "Pas di samping masjid, tiba-tiba ada sekelompok anak muda yang bisa dikatakan gangster membawa parang celurit," ujarnya.
Kelompok ini terdiri dari 15 hingga 20 remaja yang tiba di lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam.
BACA: Ganggu Masyarakat saat Sahur, Polres Mojokerto Amankan Empat Kendaraan Sound Horeg
Berdasarkan rekaman CCTV, lanjut Wiyan, situasi semakin mencekam ketika empat orang dari kelompok tersebut turun dari sepeda motor.
Lantas, mengejar para remaja yang sedang membangunkan sahur. "Ada enam anak muda lari mengejar anak yang membangunkan sahur," katanya.
Karena ketakutan, para remaja langsung berhamburan menyelamatkan diri. Sepeda yang mereka gunakan untuk berkeliling terpaksa ditinggalkan di lokasi. "Otomatis anak-anak itu ketakutan dan lari sepedanya ditinggal dan sempat dirusak," terangnya.
Beruntung tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian itu meninggalkan trauma mendalam bagi para remaja yang menjadi sasaran pengejaran."Akhirnya anak-anak itu lari menyelamatkan diri dan sampai sekarang trauma," Wiyan memungkasi.
Warga berharap aparat keamanan segera menindaklanjuti kejadian ini. Tujuannya, agar suasana Ramadan tetap aman dan kegiatan membangunkan sahur yang menjadi tradisi dapat berlangsung tanpa rasa takut.
