Jumat, 20 February 2026 11:58 UTC

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin saat memberikan sambutan dalam acara koordinasi lintas sektor Forkompida Kota Probolinggo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama momentum hari besar keagamaan.
Penguatan sinergi tersebut disampaikan dalam kegiatan Sinergitas Forkopimda yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti, Jumat, 20 Februari 2026. Sekitar 150 peserta menghadiri kegiatan ini, mulai dari unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, camat, hingga kepala perangkat daerah.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi faktor utama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di daerah.
“Sinergitas ini artinya bagaimana kita bisa merespon setiap kejadian yang mengganggu keamanan dan kondusivitas dengan cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang meluas atau tindakan anarkis,” ujarnya.
BACA: Musim Hujan Datang, Keong Emas Hancurkan Padi Petani di Kota Probolinggo
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi Ramadan, Pemerintah Kota Probolinggo berencana menggelar pasar murah di sejumlah titik. Program tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok agar masyarakat tetap mudah memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen menjaga ketertiban, keamanan, serta kesejahteraan warga agar suasana Ramadan berlangsung nyaman dan kondusif.
Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri memaparkan tiga jenis kejahatan yang menonjol sepanjang 2025, yakni tindak pidana terhadap perempuan dan anak, kejahatan jalanan (3C), serta peredaran narkoba.
"Meski secara statistik beberapa kasus mengalami penurunan, hal tersebut tetap menjadi perhatian serius," ujarnya.
Forkopimda Kota Probolinggo saat mengikuti acara sinergitas dan pengawasan di bulan Ramadan. Foto: Zulafif
Rico mengajak masyarakat berperan sebagai capable guardian dengan meningkatkan pengawasan lingkungan, memasang CCTV, serta aktif melaporkan potensi gangguan keamanan kepada polisi RW atau Bhabinkamtibmas.
“Ramadan dan Idul Fitri, potensi kerawanan seperti pencurian rumah kosong, penipuan hingga kejahatan jalanan menjadi fokus antisipasi, jangan sampai kita menyiapkan diri sebagai target," pesannya.
Ia juga mendorong warga untuk memperkuat pengawasan lingkungan serta menjaga ketertiban berlalu lintas sebagai bagian dari upaya meningkatkan citra Kota Probolinggo.
Di sisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Probolinggo, Lilik Setyawan, menyoroti pentingnya pengawasan di sejumlah titik strategis, seperti pelabuhan, bandara, dan kantor pos.
Pengawasan di pintu-pintu masuk tersebut dinilai krusial untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran, mulai dari perdagangan orang, peredaran barang terlarang, hingga ancaman terorisme melalui pembentukan posko pengawasan terpadu.
“Pengawasan di pelabuhan, bandara dan kantor pos penting untuk mencegah potensi pelanggaran, mulai dari perdagangan orang hingga peredaran barang berbahaya,” jelasnya.
Pabung Kodim 0820 Probolinggo, Mayor Inf Heri Hutomo, menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi yang solid antara Forkopimda dan masyarakat mampu menjaga stabilitas daerah sepanjang tahun ini.
“Dengan sinergitas bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat, saya optimis Kota Probolinggo akan tetap aman dan kondusif,” tuturnya.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, Forkopimda Kota Probolinggo menargetkan terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
