JATIMNET.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Romahurmuziy sebagai tersangka kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019, Jumat 22 Maret 2019.

Rommy, sapaan Romahurmuziy, tiba di gedung KPK, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan sekitar pukul 09.50 WIB. Pemeriksaan mantan Ketua Umum PPP itu merupakan penjadwalan ulang setelah agenda pemeriksaan yang sedianya dilakukan Kamis 21 Maret 2019 kemarin batal karena Rommy mengeluh sakit.

"Siap (diperiksa)," ucap Rommy, Jumat ini.

Rommy pun mengaku dirinya memang sakit dan sudah meminta izin untuk berobat di luar. "Memang saya sudah dua kali minta kepada KPK untuk bisa berobat di luar tetapi belum diberi sampai sekarang," katanya.

BACA JUGA: Diduga Suap Romahurmuziy, Dua Pejabat Kemenag Jatim Tersangka

Rommy mengaku mengidap penyakit yang agak lama dia rasakan namun belum diperiksakan. "Dan dokternya di sini tidak dalam posisi mampu. Makanya, saya minta keluar tetapi sampai hari ini belum diberi," ucap Rommy.

Rommy mengaku akan kooperatif untuk menjalani pemeriksaannya sebagai tersangka pada Jumat ini. "Saya akan sangat kooperatif dan menjelaskan semua persoalan ini kepada KPK agar mereka mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutupi dan mereka juga akan permudah untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasus," kata anggota DPR RI Komisi XI tersebut.

Ihwal kasus yang tengah menjeratnya itu, Rommy menyatakan bahwa kasus itu murni urusan pribadi bukan urusan partai. "Apa yang saya hadapi ini bukan urusan PPP, yang saya hadapi adalah urusan pribadi," kata Rommy sebelum menjalani pemeriksaan Jumat ini.

BACA JUGA: Romahurmuziy Kena OTT KPK, Jokowi: Jangan Tanya Itu

Ia pun juga tidak mempermasalahkan jika PPP tidak memberikan bantuan hukum kepada dirinya. "Tentu sudah pada tempatnya kalau PPP tidak memberi bantuan hukum karena ini memang bukan dalam kapasitas saya sebagai ketua umum," kata dia.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP bahwa kasus yang menjeratnya itu tidak ada urusannya dengan partai. "Saya juga sekali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan PPP," ucap Rommy.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Rommy diduga sebagai penerima kasus ini.

Sedangkan yang diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS). (ant)