Diduga Suap Romahurmuziy, Dua Pejabat Kemenag Jatim Tersangka

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Sabtu, 16 Maret 2019 - 15:32

JATIMNET.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua orang pejabat Kementerian Agama di Jawa Timur sebagai tersangka kasus suap seleksi jabatan. Mereka adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ), dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS).  

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Romahurmuziy, Ketua Umum PPP yang juga anggota DPR RI periode 2014-2019. Penetapan tersangka diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019.

Dalam kasus ini Rommy, sapaan Romahurmuziy diduga sebagai penerima suap. Sedangkan Muafaq dan Haris Hasanudin diduga sebagai pemberi suapnya.   

BACA JUGA: Pamit ke BG Junction, Haris Hasanuddin Dikabarkan Tertangkap KPK

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Muhammad Muafaq Wirahadi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Haris Hasanuddin juga disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BACA JUGA: Diduga Terima Suap Seleksi Jabatan Kemenag, Romahurmuziy Tersangka

Dalam perkara ini, Rommy diduga bersama-sama dengan pihak Kemenag RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag RI, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Total uang yang diamankan tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur, Jumat 15 Maret 2019 berjumlah Rp 156.758.000.

Sebelumnya, KPK menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya transaksi korupsi dan kemudian berdasarkan bukti bukti awal melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan hingga melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya, Jumat 15 Maret 2019. (Ant)

Baca Juga

loading...