Kepingin Melihat Rekonstruksi Pembunuhan Blitar, Bocah ini Malah Nangis

Yosibio

Rabu, 24 April 2019 - 15:28

JATIMNET.COM, Blitar – Bocah laki-laki berusia 11 tahun menangis tersedu karena ketakutan dengan petugas kepolisian Blitar yang menghentikan laju motornya. Ia dihentikan, karena berkendara motor tanpa mengenakan helm, saat melintasi lokasi rekonstruksi mutilasi jasad dalam koper.

Kejadian unik ini, berlangsung di jalan raya menuju jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu 24 April 2019.

Lokasi itu menjadi tempat ditemukannya jasad Budi Hartanto, yang dibuang di dalam koper.

Kejadian bermula, saat ratusan warga dan beberapa polisi, sedang menunggu proses rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi.

BACA JUGA: Warga Padati Lokasi Rekonstruksi Pembuangan Mayat dalam Koper

Tiba-tiba, seorang bocah yang mengenakan kaus olahraga sekolahnya, melintas di lokasi sambil berkendara sepeda motor tanpa helm.

Petugas polisi lalu lintas yang sedang berjaga di lokasi pun, segera menghentikan laju motor bocah itu.

Namun, sang bocah justru ketakutan, dan menangis tersedu sambil menutup wajahnya, ketika petugas mengajukan sejumlah pertanyaan. 

"Dia naik sepeda motor tidak pakai helm. Dia masih kelas lima SD," kata Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Bayu Halim Nugroho, kepada wartawan, yang saat itu juga berada di lokasi.

BACA JUGA: Ini Alasan Pelaku Memotong Kepala Guru Tari

Polisi kemudian berusaha menenangkan bocah SD itu, namun tidak berhasil, dan si bocah itu terus menangis tersedu.

Selang beberapa menit, sang bocah menjawab pertanyaan polisi dengan suara terbata-bata. Ia mengaku ingin melihat proses rekonstruksi di lokasi.

"Mau lihat rekontruksi," jawabnya sambil terus menangis, saat ditanya seorang polantas perempuan.

Polisi kemudian mengambil ponsel yang dibawa bocah, untuk mencari nomor telepon keluarga, namun tidak ditemukan.

BACA JUGA: Pelaku Mutilasi Guru Tari Mewek Saat Dirilis

Akhirnya, polisi mengantarkan bocah itu pulang ke rumahnya, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi rekonstruksi.

"Katanya rumahnya dekat sini, sekitar 3 kilometer dari lokasi jembatan Karanggondang," imbuh Kasatlantas.

Bayu menekankan, peristiwa ini bisa menjadi peringatan bagi para orang tua untuk tidak membiarkan anaknya yang masih di bawah umur, mengendarai sepeda motor di jalan raya, apalagi tanpa kelengkapan sama sekali.

"Kalau terjadi apa-apa di jalan gimana. Orang tua jangan ceroboh membiarkan anaknya yang masih di bawah umur mengendarai sepeda motor," pungkas Bayu, sambil berusaha menenangkan si bocah sebelum dipulangkan ke rumahnya. 

Baca Juga

loading...